Aprilia Jawab Kapan Terapkan Team Order di MotoGP 2026

Pembalap Aprilia Jorge Martin tengah bersaing menjadi juara dunia MotoGP 2026.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

"Memiliki empat pembalap Aprilia yang cepat tentu merupakan masalah yang bagus! Ini adalah persoalan yang menyenangkan untuk dikelola," tuturnya.

"Untuk saat ini, seperti yang juga sudah dinyatakan CEO kami, Massimo, semuanya masih bebas tanpa instruksi tim."

"Jelas, kami mulai berdiskusi secara internal untuk menetapkan sejumlah arahan dan pedoman agar masalah bisa dihindari," lanjut Sterlacchini.

Ia menyinggung insiden pada balapan Sprint di Mandalika sebagai salah satu contoh risiko yang harus diantisipasi. Menurutnya, meskipun peran dan batasan setiap pembalap telah diperjelas, potensi terjadinya kecelakaan tetap tidak bisa sepenuhnya dihilangkan.

Insiden Mandalika Jadi Bahan Evaluasi

Kekhawatiran Aprilia bukan tanpa alasan. Pada balapan Sprint di Mandalika, Fernandez dan Bezzecchi yang memulai lomba dari posisi pertama dan kedua di grid justru terlibat insiden di Tikungan 1.

Kejadian tersebut memperlihatkan betapa sulitnya mengelola empat pembalap kompetitif yang sama-sama ingin meraih hasil terbaik. Dalam situasi persaingan gelar juara dunia yang semakin ketat, insiden antarpembalap sendiri berpotensi merugikan peluang Aprilia secara keseluruhan.

Martin juga menghadapi persoalan tersendiri dalam balapan tersebut. Ia harus menyerahkan posisi terdepan kepada Marquez akibat persoalan tekanan ban.

Aprilia kini perlu memastikan bahwa persaingan internal tidak menjadi penghambat dalam upaya mempertahankan keunggulan Martin di klasemen. Karena itu, instruksi tim berpotensi menjadi salah satu opsi untuk mengurangi risiko kehilangan poin penting.

Di tengah pertimbangan Aprilia, manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, meyakini rivalnya itu pada akhirnya akan menggunakan instruksi tim untuk membantu perjuangan Martin meraih gelar juara dunia.

"Saya tidak ragu Aprilia akan menerapkan instruksi tim cepat atau lambat," ujar Tardozzi.

"Menurut saya, itu merupakan keputusan yang tepat dan logis. Saya sendiri akan melakukannya," tambahnya.

Ducati bukan tim yang asing dengan strategi tersebut. Pabrikan asal Borgo Panigale itu sebelumnya pernah menerapkan instruksi tim untuk membantu Andrea Dovizioso dalam persaingannya melawan Marquez memperebutkan gelar juara dunia MotoGP.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All