Pemain Bela Michael Carrick, Kritik Keras Petinggi Manchester United Usai Kalah dari Atletico Madrid

Lisandro Martinez meminta Carrick jangan dipecat. Menurutnya kesalahan sepenuhnya ada di petinggi Manchester United.

OlehThomas
Diterbitkan 14 Oktober 2026, 10:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Kebutuhan itu semakin terlihat ketika Manchester United menghadapi Atletico Madrid. Sejumlah pemain harus absen karena cedera, membuat Carrick memiliki pilihan terbatas dalam menyusun komposisi tim.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kedalaman skuad, terutama ketika Manchester United harus bersaing di kompetisi domestik dan Eropa secara bersamaan.

Bela Michael Carrick dan Tolak Pergantian Pelatih Berulang Kali

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Carrick, Martinez menegaskan bahwa pelatih Manchester United itu telah berusaha memberikan yang terbaik. Ia tidak sepakat apabila persoalan tim hanya diselesaikan dengan mengganti pelatih.

Menurut Martinez, sepak bola terus berkembang dan setiap musim menghadirkan tantangan berbeda. Tim lawan akan mempelajari taktik yang digunakan Manchester United sehingga perubahan dan penyesuaian menjadi kebutuhan penting.

"[Carrick] melakukan yang terbaik. Setiap musim berbeda, Anda tidak bisa hanya mengandalkan apa yang dilakukan musim lalu. Tim-tim lain mengetahui cara Anda bermain, mereka mengetahui setiap detail. Jika Anda tidak berubah, itu menjadi masalah besar," ujar Martinez.

Ia kemudian menyampaikan kritik yang lebih tajam terhadap pihak-pihak di luar lapangan yang menurutnya juga harus dievaluasi.

"Anda tidak bisa terus mengganti, mengganti, mengganti pelatih. Bagaimana dengan bagian lainnya? Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak. Malam ini mudah untuk menyalahkan pelatih dan para pemain, tetapi kita juga harus melihat bagian lainnya," lanjutnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Martinez ingin Manchester United melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya menjadikan pelatih sebagai pihak yang menanggung konsekuensi ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Manchester United Masih Dihantui Inkonsistensi

Kekalahan dari Atletico Madrid menambah tekanan terhadap Manchester United pada awal musim 2026/2027. Berdasarkan laporan Sports Mole, Setan Merah belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan tiga kekalahan dalam periode tersebut.

Dalam pertandingan melawan Atletico, Manchester United juga harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain setelah Leny Yoro menerima kartu merah pada menit ke-74.

Atletico memanfaatkan situasi tersebut untuk mengamankan kemenangan 2-0. Pablo Barrios membuka keunggulan pada menit pertama, sedangkan gol Ademola Lookman pada menit ke-79 memastikan kemenangan tim tuan rumah.

Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Carrick dan seluruh elemen Manchester United. Selain memperbaiki hasil pertandingan, mereka perlu menemukan solusi atas persoalan cedera, kedalaman skuad, dan konsistensi permainan.

Meski kritik Martinez terhadap manajemen dapat memicu perdebatan di internal klub, pesannya cukup jelas: Manchester United membutuhkan pembenahan yang lebih luas jika ingin kembali bersaing di level tertinggi.

Kini, perhatian tertuju pada bagaimana manajemen merespons kritik tersebut dan bagaimana Carrick membawa tim keluar dari periode sulit. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All