Pertamina Mandalika International Circuit, Tempat Lahir Generasi Baru Pembalap Indonesia

Pertamina Mandalika International Circuit menjadi ruang lahirnya generasi baru pembalap Indonesia melalui kompetisi dan pembinaan berkelanjutan.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 16:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lombok Tengah - Di dunia balap, kualitas pembalap tidak hanya dibentuk oleh kemampuan individu dan dukungan tim. Kehadiran lintasan berstandar internasional juga menjadi faktor penting untuk menempa mental, teknik, dan pengalaman para pembalap sebelum bersaing di level yang lebih tinggi. Karena itu, keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu infrastruktur penting dalam upaya mendorong lahirnya generasi baru pembalap Indonesia.

Sebagai sirkuit kebanggaan Tanah Air, Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah ajang balap dunia. Lebih dari itu, sirkuit ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus panggung pembuktian bagi para talenta muda nasional yang ingin mengukir prestasi hingga tingkat internasional.

Sirkuit Berstandar Dunia di Jantung Kawasan Mandalika

 

Pertamina Mandalika International Circuit terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sirkuit ini memiliki panjang lintasan 4,31 kilometer dengan 17 tikungan yang menantang.

Tak hanya megah dari sisi desain, sirkuit ini juga telah mengantongi homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), standar keselamatan dan kelayakan tertinggi yang memungkinkan sebuah sirkuit menggelar ajang balap motor kelas dunia seperti MotoGP.

VP Corporatae Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, kontribusi Pertamina ditandai dengan naming rights atau hak penamaan pada sirkuit yang diresmikan pada 21 November tahun 2024 lalu.

"Keterlibatan Pertamina melalui Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu partisipasi Pertamina untuk mengembangkan pembalap-pembalap muda di Indonesia. Diharapkan sirkuit ini tidak hanya digunakan pada saat ajang MotoGP, namun juga menjadi sarana untuk mengasah pengalaman pembalap muda Indonesia khususnya yang saat ini mengikuti gelaran Pertamina Mandalika Racing Series Round 2, menuju anak tangga prestasi di tingkat Internasional," kata Baron.

Kesempatan Langka Menjajal Lintasan Kelas Dunia

Para pembalap muda yang ambil bagian dalam ajang Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) 2026, mengapresiasi hadirnya sirkuit ini. Salah satunya adalah Muhammad Fadhil Musyafi, dari tim Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS.

Ia mengaku senang bisa berkesempatan berlaga di sirkuit kelas dunia, yang mendorong semangat dan motivasi untuk tampil maksimal.

“Saya kebetulan sangat suka di beberapa area di sirkuit Mandalika terutama di sektor 3 dan 4, saya bisa dengan leluasa dan nyaman melaju, senang sekali mendapatkan kesempatan berharga menjajal sirkuit ini,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Sudarmono, seorang Mekanik Astra Motor Racing Team Yogyakarta, mengatakan, dalam aktivitas balapan, selain mesin motor, hal teknis serta individu pembalap, hal lainnya yang juga penting adalah sirkuit atau lintasan yang akan dijajal oleh pembalap.

“Sirkuit menjadi bagian penting dan harus memiliki standar khusus. Melalui gelaran Pertamina Mandalika Racing Series ini, seluruh bagian tim mulai dari mekanik, hingga pembalap dapat merasakan sensasi langsung bertanding di sirkuit berstandar internasional,” terangnya.

 

(*)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6