Timur Tengah Memanas, Timnas Irak Minta FIFA Tunda Playoff Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mendesak FIFA menunda playoff Piala Dunia 2026 karena konflik di Timur Tengah mengganggu persiapan tim.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Maret 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Rakyat Irak sangat mencintai sepak bola, bahkan bisa dibilang luar biasa fanatik. Fakta bahwa mereka belum lolos ke Piala Dunia selama 40 tahun adalah salah satu alasan utama saya mengambil pekerjaan ini."

“Namun saat ini, dengan bandara yang ditutup, kami bekerja keras mencari alternatif lain,” tambah Arnold.

Rencana pemusatan latihan yang seharusnya digelar di Houston, Amerika Serikat, sebelum pertandingan juga terpaksa ditunda tanpa batas waktu yang jelas. Selain itu, masalah visa menjadi kendala tambahan, di mana staf pelatih dan pemain Irak juga belum mendapatkan visa yang diperlukan untuk memasuki Meksiko maupun Amerika Serikat. Semua hambatan ini secara kolektif mengancam kesiapan teknis tim.

Kekhawatiran Arnold dan Solusi yang Diusulkan

Graham Arnold menyuarakan kekhawatirannya yang mendalam jika pertandingan playoff tetap dipaksakan sesuai jadwal. Ia menegaskan bahwa dengan kondisi yang ada, ia terpaksa hanya akan mengandalkan pemain yang berkarier di luar negeri. Arnold merasa hal ini akan sangat merugikan, sebab ia tidak bisa mengandalkan skuad lapis kedua untuk pertandingan sepenting ini.

Pelatih asal Australia itu menekankan bahwa Timnas Irak membutuhkan susunan pemain terbaiknya untuk menghadapi laga terbesar dalam 40 tahun terakhir demi meraih tiket Piala Dunia. Arnold khawatir hambatan logistik yang tidak terduga ini akan secara signifikan merusak persiapan dan performa tim di lapangan. Mimpi kembali ke Piala Dunia setelah empat dekade terancam pupus.

Sebagai solusi, Arnold memohon kepada FIFA untuk menangguhkan babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menyarankan agar FIFA menunda pertandingan Irak hingga seminggu sebelum Piala Dunia, setelah pemenang antara Bolivia dan Suriname ditentukan. Penundaan ini diharapkan memberi FIFA waktu lebih untuk memutuskan nasib Iran, bahkan membuka kemungkinan Irak lolos langsung jika Iran mundur.

Jadwal Krusial dan Harapan Masyarakat Irak

Timnas Irak dijadwalkan untuk bertanding melawan pemenang antara Bolivia atau Suriname di Estadio BBVA, Meksiko, pada tanggal 31 Maret 2026. Sebelumnya, pertandingan antara Bolivia dan Suriname akan dilangsungkan pada 26 Maret 2026. Jadwal yang ketat ini semakin mempersempit ruang gerak Timnas Irak di tengah krisis mobilitas yang mereka alami.

Mimpi Timnas Irak untuk kembali berlaga di panggung Piala Dunia setelah penantian panjang empat dekade kini dibayangi ketidakpastian besar akibat situasi geopolitik. Masyarakat Irak memiliki hasrat yang sangat tinggi untuk melihat tim kesayangan mereka berkompetisi di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Motivasi inilah yang menjadi pendorong utama bagi Graham Arnold untuk memperjuangkan penundaan jadwal.

Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 sendiri juga berada di ujung tanduk menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, bahkan menyatakan keraguannya dan menyebut kemungkinan mundur dari turnamen. Jika Iran benar-benar mundur, FIFA mungkin akan menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan Irak berpotensi menjadi salah satu kandidat pengganti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan