Kehilangan 2 Poin, AC Milan Harusnya Menang di Turin

Skor tanpa gol itu memang tampak adil di atas kertas, tetapi tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rabiot: Kami Kehilangan 2 Poin

Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, mengaku kecewa dengan hasil imbang di Turin. Ia merasa timnya layak mendapatkan kemenangan setelah tampil solid dan menciptakan peluang lebih banyak di babak kedua.

“Saya senang sebelum pertandingan, ya, tapi jelas saya marah karena kami seharusnya menang. Kami punya peluang, tapi kehilangan sesuatu. Kami harus berbuat lebih, berkembang sebagai tim. Kami kehilangan dua poin, kami bisa melakukan jauh lebih banyak,” kata Rabiot.

Menurutnya, hasil ini terasa pahit karena Milan tampil disiplin di lini belakang dan mampu menekan Juventus di babak kedua. “Ini baru awal musim, tapi menang di sini akan sangat berarti. Kami harus terus bekerja karena sejauh ini kami berjalan baik. Hal pentingnya adalah kami tidak kebobolan, tapi malam ini kami tetap menyesal,” tambahnya.

Gabbia: Kami Tak Bisa Senang dengan Hasil Ini

Bek AC Milan, Matteo Gabbia, juga mengakui bahwa ruang ganti Rossoneri dipenuhi rasa kecewa setelah laga berakhir. Bagi mereka, hasil imbang bukanlah sesuatu yang bisa dirayakan.

“Agak mengecewakan, kami ingin menang. Namun, saya orang yang positif dan selalu mencoba mengambil sisi baiknya. Tentu ada hal-hal positif, tapi kami juga akan menganalisis yang negatif,” ujar Gabbia.

Ia menegaskan bahwa Milan sudah berjuang maksimal di lapangan. “Hasil imbang bukan kemenangan, tapi kami sudah memberikan segalanya di lapangan. Suasana di ruang ganti jelas tidak bahagia, kami semua menargetkan kemenangan. Lawan memang kuat, tapi tujuan kami tetap sama: menang.”

Milan Gagal Menyempurnakan Performa Solid

Hasil imbang di Turin membuat Milan gagal memangkas jarak dari Napoli yang masih memimpin klasemen. Padahal, secara permainan, Rossoneri menunjukkan kedewasaan dan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Kegagalan Pulisic mengeksekusi penalti menjadi titik balik yang menentukan. Dalam laga seketat itu, satu momen sering kali jadi pembeda antara kemenangan dan penyesalan. Milan tampil tangguh, menjaga gawang tetap aman, tetapi kehilangan ketajaman saat dibutuhkan.

Bagi para pemain dan pelatih, hasil ini menyisakan rasa tak tuntas. Milan mungkin tak kalah, tetapi mereka juga tahu: malam itu di Turin, seharusnya mereka bisa pulang dengan tiga poin, bukan satu.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen Serie A/Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan