KLB PSSI Digelar di Tengah Melejitnya Prestasi Timnas Indonesia

Rayana menyesalkan KLB PSSI dipercepat di saat prestasi timnas Indonesia sedang bagus-bagusnya.

OlehThomas
Diperbarui 13 Januari 2023, 11:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jelas hal itu terlihat dengan Timnas kita mengikuti berbagai kejuaraan level Asia. Kapan itu terjadi?, ya ketika FIFA melihat persepakbolaan kita acak-acakan kemudian masuknya Iwan Bule memimpin PSSI dan terjadilah prestasi-prestasi itu. Masyarakat sepakbola harus melihat ke arah itu," ungkapnya.

Tak Elok

Pengamat sepakbola yang hampir 25 tahun tinggal di Italia itu dengan mengulik persepakbolaan dunia pun mengatakan bahwa tidak elok membawa-bawa nama Iwan Bule terkait tragedi Kanjuruhan. Karena menurutnya tidak ada kaitannya tragedi tersebut dengan sepak terjang yang selama ini telah ditorehkan Iwan Bule terhadap prestasi persepakbolaan Indonesia.

"Gara-gara masalah kelalaian Panpel di Malang, kok malah ini Iwan Bule yang disalahkan, bahkan tidak ada aturan mainnya bahwa dia harus digoyang dan mengundurkan diri karena dia kan tidak terlibat dalam terjadinya masalah tersebut. Kasihan dizalimi dia. Ga ada hubungannya, karena nanti setiap ada Ketua PSSI yang seumpamanya dibenci oleh seseorang atau kelompok, mereka akan goyang melalui masalah-masalah dengan membuat skenario lain, tidak boleh seperti itu, kapan majunya persepakbolaan kita, bahkan FIFA tidak menyebut bahwa organisasi PSSI seburuk itu," tuturnya.

"Tragedi Kanjuruhan itu terjadi setelah pertandingan berakhir 2x45 menit. Jadi, secara aturan itu bukan tanggung jawab PSSI. Makanya, saya menegaskan tidak ada alasan untuk menggantikan posisi Iwan Bule melalui KLB PSSI yang tidak melanggar statuta PSSI," kata Rayana.

Heysel

Sebagai contoh, Rayana menyebut tragedi Heysel yang menelan 39 korban tewas saat pertandingan Liverpool melawan Juventus pada laga final UEFA pada 31 Mei 1985 lalu. Ia menyebutkan dari tragedi Heysel itu tidak ada yang dituntut untuk mundur.  

"Saat Tragedi Heysel itu kan tidak ada pemaksaan pergantian Ketua Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Begitu juga terhadap Presiden UEFA. Kasus bentrokan antar suporter tersebut diselesaikan dengan adanya perbaikan sarana Stadion Heysel dengan menghilangkan tembok pembatas penonton," ungkapnya. 

"Seharusnya dalam kasus Tragedi Kanjuruhan sudah tuntas dengan dijadikannya panitia laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dan operator kompetisi dalam hal ini Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai tersangka. Tidak ada kesalahan PSSI apalagi sampai memaksa menggelar KLB untuk menggantikan posisi Iwan Bule yang jelas tidak bersalah dalam musibah tersebut," tambahnya.  

Ikut Aturan

Dirinya juga menyebutkan jika Ketua Umum PSSI saat ini dipilih melalui mekanisme Kongres Luar Biasa dan dipilih oleh para pemegang hak suara yang sah, artinya melalui perjalanan hukum yang FIFA pun mengakui sosok Mochamad Iriawan. Terkait KLB yang akan berlangsung pada tahun 2023 nanti, Rayana mengatakan harus ikuti aturan mainnya.

"Polemik yang terjadi terhadap persepakbolaan Indonesia saat ini, khususnya terkait PSSI dengan adanya like and dislike itu diluar aturan main. Mengganti pimpinan PSSI melalui KLB yang sudah ada aturannya. Janganlah sepakbola kita didasari dengan kebencian, sehingga terciptanya drama-drama yang diluar aturan main dan jangan ini dijadikan kendaraan politik," tegasnya.

"Sejauh ini tidak ada yang dijalankan oleh organisasi PSSI buruk. Kebijakan-kebijakannya jalan, apalagi terjalinnya sinergi dengan pihak-pihak lain seperti para sponsor dan pemerintah. Itu hal konkrit yang telah dilakukan oleh PSSI rezim Iwan Bule ini," ungkapnya.

"Menyingkirkan Iwan Bule bukan jalan keluar terbaik bagi persepakbolaan Indonesia. Alangkah baiknya jika menunggu periode kepemimpinannya berakhir. Sabarlah jika memang ada yang ingin cepat menggantikan posisinya. November 2023 tahun depan itu tidak lama lagi kok. Sesuatu yang digapai melalui prosedur akan lebih baik dan indah," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Tim Nasional Indonesia merupakan hasil seleksi pemain-pemain sepakbola terbaik berkebangsaan Indonesia
    Tim Nasional Indonesia merupakan hasil seleksi pemain-pemain sepakbola terbaik berkebangsaan Indonesia
    Timnas Indonesia
  • KLB adalah Kongres Luar Biasa yang dapat digelar jika mendapat pengajuan permintaan dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI atau dari 2/3 anggota.
    KLB adalah Kongres Luar Biasa yang dapat digelar jika mendapat pengajuan permintaan dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI atau dari 2/3 anggota.
    KLB PSSI
  • PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) adalah induk organisasi yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan sepakbola Indonesia.
    PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) adalah induk organisasi yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan sepakbola Indonesia.
    PSSI
  • KLB