Jalan Kaki dari Madrid ke Doha Demi Piala Dunia 2022, Santiago Sanchez Menghilang di Iran

Seorang penggemar sepakbola dilaporkan hilang saat masuk ke Iran, ia berjalan dari Madrid ke Doha untuk memberikan dukungan bagi timnas Spanyol

Diterbitkan 28 Oktober 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Santiago Sanchez, seorang penggemar sepak bola Spanyol dilaporkan hilang di Iran. Ia dalam perjalanan dari Madrid ke Doha untuk menyaksikan Piala Dunia 2022.

Ia diketahui terakhir kalinya mengirim foto dirinya kepada teman-temannya, 1 Oktober 2022, saat tiba di perbatasan Irak-Iran. Foto itu diberinya judul :”Masuk ke Iran.”

Sanchez yang seorang tracker professional berjalan kaki dari Madrid ke Doha, Qatar demi menonton Piala Dunia 2022. Pria berusia 41 tahun itu dikenal sebagai seorang penggemar berat sepakbola.

Sanchez meninggalkan Madrid pada Januari, melakukan perjalanan melintasi Eropa dan Turki, tidur di tenda, hotel, dan rumah para simpatisan, sebelum memasuki Irak.

Ia terakhir terlihat di Irak setelah berjalan melintasi 15 negara, dan selalu memberikan kondisi terkini lewat akun Instagram pribadinya selama sembilan bulan terakhir.

Di Iran sendiri kerusahan telah Meletus dalam beberapa minggu terakhir. Hilangnya Santiago itu menurut beberapa media Spanyol karena telah ditangkap oleh pihak berwenang Iran. Orangtua Santiago sepakat bahwa hal itu yang paling mungkin terjadi.

Beberapa media Spanyol menyarankan Sanchez telah ditangkap oleh pihak berwenang Iran, dan orang tuanya di Madrid mengatakan bahwa itu adalah kemungkinan yang paling mungkin.

"Kami sangat khawatir, kami tidak bisa berhenti menangis, suami saya dan saya sendiri," ujar ibu Sanchez, Celia Cogedor, dikutip dari Associated Press.

"Kemungkinan 99% bahwa dia berada di penjara di Iran, tetapi kedutaan (Spanyol) telah memberi tahu putri saya bahwa sampai mereka pergi ke penjara untuk menemuinya dan mendapat izin dari pemerintah Iran. Mereka tidak dapat memberikan berita itu," kata Celia kepada saluran tv Telecindo.

Polisi memanggil orang tua untuk memberikan catatan gigi, barang-barang pribadi seperti sikat gigi dan foto tato Santiago, yang akan mereka kirimkan ke Interpol, jelasnya.

Pesan

Kementerian Luar Negeri Spanyol mengkonfirmasi Sanchez berada di Iran dan kedutaan besarnya di Teheran segera mencari informasi tentang keberadaannya untuk memberinya bantuan konsuler.

"Kedutaan itu melakukan kontak permanen dengan pihak berwenang Iran sejak diberitahu tentang hilangnya itu," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat ini menghadapi protes terbesar dalam sejarah kepemimpinan ulamanya setelah kematian Mahsa Amini pada pada 16 September 2022 lalu. Gadis berusia 22 tahun yang warga Kurdi Iran, yang ditahan oleh polisi moral di Teheran karena "pakaian yang tidak pantas" dan meninggal dalam tahanan polisi. Pada hari Kamis, pasukan keamanan Iran menembaki dan menahan pelayat yang berkumpul di kampung halaman Amini di Saqez, dekat perbatasan Irak, untuk menandai 40 hari sejak dia meninggal. Dalam kondisi sangat lelah, Cogedor dan suaminya, Santiago membagikan pesan terakhir yang dikirim anaknya pada tanggal 2 Oktober di pagi hari. Pesan itu menjelaskan rencana Sanchez selanjutnya.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan