Piala Dunia 2022, Tarian Terakhir Louis Van Gaal Bersama Belanda

Piala Dunia 2022 merupakan "tarian terakhir" Louis van Gaal dalam usianya yang 71 tahun dan menderita kanker prostat yang ganas

Diterbitkan 07 Oktober 2022, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Terlepas dari perjuangannya melawan kanker, Van Gaal yang dikenal suka berbicara blak-blakan, telah berhasil menstabilkan Belanda setelah kiprah di Euro 2020 yang mengecewakan. Ia berhasil mengantarkan Belanda ke Qatar.

Menjadi Bintang

Belanda tergabung di Grup A dan akan menghadapi tuan rumah Qatar, Ekuador, dan Senegal di babak penyisihan Piala Dunia 2022.

Perjuangan di penyisihan gruptidak mudah. Namun, Louis van Gaal punya bekal lebih dari cukup sebagai pelatih yang sudah merengkuh banyak kesuksesan di klub-klub besar seperti Ajax, Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester United.

Pelatih yang punya nama lengkap Aloysius Paulus Maria "Louis" van Gaal ini memulai karier manajerialnya dengan awal yang baik di Amsterdam. Dia memenangkan 11 trofi dalam tujuh tahun bersama Ajax dan menjadikan namanya sebagai salah satu manajer top Eropa.

Van Gaal memiliki sejumlah pemain muda berbakat dan membentuk mereka menjadi bintang selama masa jabatannya. Dia mengasah pemain hebat seperti Dennis Bergkamp, ​​Edgar Davids dan Clarence Seedorf - yang semuanya lulus dari akademi klub.

> 

Gaya

Gaya manajerial eksentrik Van Gaal membuatnya memandu tim meraih gelar Eredivisie pada 1993-1994, 1994-1995, dan 1995-1996. Namun, dia paling dikenang karena melewati musim 1994-1995 tanpa terkalahkan setelah bermain 48 pertandingan.

Selama waktu itu, Ajax mencetak 106 gol, meraih gelar liga ke-25 mereka dan memenangkan Liga Champions. Sebuah pencapaian yang benar-benar luar biasa.

Sedangkan saat bersama Bayern Munchen, van Gaal memenangkan gelar Bundesliga dan Piala Jerman, dan menjadi runner up di final Liga Champions 2010.

Dia meraih sejumlah penghargaan individu termasuk Pelatih Terbaik Tahun Ini, Pelatih Terbaik Eropa (Sepp Herberger Award) dan Pelatih Terbaik Eropa Musim Ini.

Karier domestik Van Gaal terhenti segera setelah bergabung dengan raksasa Liga Premier Manchester United pada tahun 2014.

Trofi Paling Penting

Saat menyatakan pensiun, Louis van Gaal dalam sebuah acara di tv Belanda VTBL mengatakan: "Saya seorang pensiunan sekarang. Saya tidak punya ambisi untuk menjadi direktur teknis atau pundit televisi. Istri saya Truus melepaskan pekerjaannya untuk saya 22 tahun yang lalu, dan mengikuti saya ketika pergi ke luar negeri."

Penunjukan van Gaal sebagai pelatih timnas Belanda untuk kali ketiga terjadi empat setengah tahun setelah memutuskan untuk menunda kariernya. Keputusan yang menjelaskan bahwa dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman dan keluarganya.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan berhenti sebagai pelatih ketika saya berusia 55 tahun, tetapi terus melakukannya sampai usia 65 tahun. Dia berhak memiliki kehidupan bersama saya di luar sepak bola. Bisa dibilang dia sangat bahagia," ujarnya.

Van Gaal kini berharap ia akhirnya dapat mengakhiri hari dengan trofi paling penting dalam catatan kariernya yang brilian.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Bogi TriyadiTim Redaksi
Copy Link
Batalkan