Update Covid-19 Kamis 2 Juni 2022: Kasus Positif Bertambah 304 dan Sembuh 334

Kasus positif Covid-19 di Indonesia per Kamis, 2 Juni 2022, bertambah 304 sehingga akumulasinya menjadi 6.055.645 di Indonesia. Sementara kasus sembuh bertambah 334 dan akumulasinya menjadi 5.895.940.

Diterbitkan 02 Juni 2022, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kelima provinsi itu di antaranya DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. DKI Jakarta melaporkan 164 kasus baru dan 79 orang sembuh.

DI Yogyakarta 43 kasus positif baru tanpa penambahan kasus sembuh. Sementara Jawa Barat 42 kasus baru dan 34 pasien telah sembuh.

Banten dengan 30 kasus baru dan 20 sembuh dari Covid-19. Sedangkan Jawa Timur 27 kasus baru dan 22 sembuh. Provinsi lain tidak menunjukkan penambahan kasus baru yang signifikan. Bahkan pada 1 Juni 2022, ada 11 provinsi tanpa penambahan kasus baru sama sekali.

Provinsi itu adalah Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Riau.

Capaian Vaksinasi

Selain perkembangan kasus Corona, data harian sebaran Covid-19 per 1 Juni 2022 juga melaporkan capaian vaksinasi. Dalam data tersebut terlihat penambahan terjadi pada tiga dosis yakni dosis pertama, kedua, serta ketiga alias booster.

Vaksinasi dosis pertama bertambah 60.417 sehingga akumulasinya menjadi 200.327.825. Sementara vaksinasi primer dosis kedua bertambah 86.435 sehingga akumulasinya menjadi 167.507.245.

Untuk vaksinasi dosis ketiga atau dosis penguat alias booster bertambah 261.972. Dengan demikian sehingga akumulasinya menjadi 45.934.944.

Total penambahan capaian vaksinasi kemarin adalah 408.824 sehingga akumulasinya menjadi 413.770.014.Sedangkan target sasaran vaksinasi adalah 208.265.720. Dengan demikian, capaian vaksinasi sudah jauh melampaui target tersebut.

 

Tak Ada Tambahan

Hari ini, 2 Juni 2022, data Satuan Tugas Covid-19 tidak menunjukkan penambahan capaian vaksinasi. Dengan demikian, totalnya sama dengan hari kemarin.

Kasus Covid-19 yang masih meningkat ditambah munculnya varian Omicron menandakan bahwa virus ini akan berada di tengah masyarakat dalam waktu lama. Karena itu, para peneliti memperkirakan di tahun mendatang berbagai dosis vaksinasi kemungkinan akan tetap diperlukan untuk menguatkan komunitas global terhadap dampak negatif virus.

Kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah terlihat menurun. Namun, Indonesia tetap harus waspada karena kasus bisa kembali naik kapan saja. Di sisi lain, masih ada ancaman virus lain yakni virus Hendra yang disebut lebih mematikan.

“Fatality rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi. Jika COVID-19 pada tingkat 3-4 persen, virus Hendra berada pada tingkat 50 persen kematian," kata epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani, SSi. MSi. PhD seperti dikutip dari laman resmi UNAIR.

Meski mematikan, virus bernama ilmiah Hendra henipavirus ini umumnya masih jarang ditemukan pada manusia. Berdasarkan data dari tahun 1994 hingga 2013 dilaporkan tujuh kematian manusia akibat virus ini.

Laura menjelaskan, virus Hendra ditemukan tahun 1994 pada wabah penyakit di kawasan Hendra, Brisbane, Australia. Virus yang bersumber dari kelelawar ini dapat menyerang sistem pernapasan dan neurologi pada hewan dan manusia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan