5 Alasan Manchester United Harus Pecat Ole Gunnar Solskjaer

Mayoritas pendukung Manchester Untied telah kehilangan kepercayaan kepada Ole Gunnar Solskjaer.

Diterbitkan 17 Oktober 2021, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manchester - Manchester United menyerah 2-4 dari tuan rumah Leicester City di King Power Stadium, Sabtu (16/10/2021) malam WIB. Kekalahan itu mengakhiri rekor menakjubkan Setan Merah dari 29 pertandingan tandang tidak terkalahkan di Liga Inggris.

Laga tersebut menampilkan salah satu penampilan terburuk MU di bawah manajemen Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah didominasi oleh Leicester dan terkadang berjuang untuk mengatasi gempuran serangan pasukan Brendan Rodgers

Dengan skuat yang dimiliki, Ole Gunnar Solskjaer diharapkan bisa membentuk tim yang dapat menguasai lini tengah. Namun, skenario saat ini bahkan tidak terlihat mendekati itu.

Man Utd sering terlihat tidak tahu apa-apa tentang rencana permainan mereka dan berjuang untuk menembus pertahanan lawan. Juru taktik asal Norwegia itu belum bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Alhasil, mayoritas pendukung MU telah kehilangan kepercayaan kepada Solskjaer. Terkait hal itu, berikut 5 alasan utama MU mengapa harus memecat Solskjaer seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

5. Kalah dari tim yang lebih lemah

Manchester United finis kedua di Liga Inggris musim lalu. Salah satu penyebab utamanya adalah penampilan MU menghadapi tim-tim yang lebih lemah lemah. Dengan skuat yang dimiliki, pasukan Ole Gunnar Solskjaer diharapkan tampil baik.

Juara Liga Inggris 20 kali itu memulai musim ini dengan kesalahan yang sama. Mereka telah kehilangan poin melawan tim seperti Southampton, Aston Villa dan Everton.

Dengan tiga pertandingan berikutnya melawan Tottenham Hotspur, Liverpool dan Manchester City, tentu tidak terlihat bagus untuk Solskjaer.

Pemain tidak bisa tampil adalah satu hal. Tapi, mendapatkan yang terbaik dari pemain adalah tugas Solskjaer. Kekalahan 2-4 dari Leicester City telah menjadi pukulan besar MU dalam perburuan gelar juara musim ini.

 

4. Pemilihan tim yang salah

Ole Gunnar Solskjaer telah menjadi manajer Manchester United sejak 2018. Dengan hampir tiga tahun di posisi itu, juru strategi asal Norwegia ini diharapkan untuk mengetahui pemainnya yang masuk dan keluar, terutama ketika kita berbicara tentang klub seperti MU.

Solskjaer memiliki beberapa pemain fantastis di skuatnya. Namun, dia kesulitan memilih tim yang tepat untuk beberapa pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Salah satu contohnya adalah menempatkan Cristiano Ronaldo di bangku cadangan ketika menghadapi Everton. Padahal, superstar asal Portugal yang sedang dalam performa bagus itu bisa bermanfaat bagi United. Kesalahan besar Solskjaer lainnya adalah pemilihan pemain lini tengah. Dengan Fred dan Scott McTominay, MU memiliki pertahanan relatif lebih baik dan dinamis yang stabil untuk permainan tapi ada perjuangan ke depan. Menggunakan gelandang bertahan tunggal bersama Paul Pogba hanya bekerja melawan tim di mana lini tengah lawan kurang mengesankan atau lebih sedikit jumlahnya. Solskjaer gagal membawa keseimbangan pemain lini tengah itu. Memang benar bahwa Manchester United kekurangan gelandang bertahan berkualitas. Tetapi, itu bukan alasan untuk didominasi oleh tim seperti Leicester City atau Aston Villa.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, ThomasTim Redaksi
Copy Link
Batalkan