Pemerintah Kembali Terapkan Lockdown, Bagaimana Nasib Liga Inggris?

Sepak bola di Inggris masih dihantui oleh pandemi virus Corona COVID-19.

Diterbitkan 05 Januari 2021, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pandemi virus Corona COVID-19 masih terus menghantui negara-negara di dunia. Peningkatan kasus yang signifikan bahkan telah memaksa beberapa negara, termasuk Inggris mengunci wilayahnya. 

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, seperti dilansir dari Channel News Asia (CNA), mengumumkan lewat televisi kalau negaranya kembali lockdown hingga pertengahan Februari mendatang. Langkah ini diambil setelah di negaranya terjadi lonjakan kasus yang membuat kewalahan tim medis di sana. 

Seperti dilansir dari John Hopkins University, data terbaru menunjukkan Inggris saat ini sudah memiliki 2,7 juta lebih kasus COVID-19 dengan angka kematian mencapai 75,5 ribu lebih jiwa. 

Menurut Johnson, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah kembali akan ditutup mulai Rabu. Pengumuman ini disampaikan tidak lama setelah Skotlandia juga menempuh langkah yang sama. 

Meski demikian, pemerintah Inggris masih mengizinkan insan olahraga untuk beraktivitas. Atlet, pelatih, maupun anak sekolah untuk berlatih dan ikut ambil bagian dalam sebuah kejuaraan. Hanya saja, bagi atlet yang berusia di bawah 18 tahun, harus tetap berada dalam pengawasan orang tua.   

Kelonggaran juga diberikan kepada penyelenggara kompetisi elite seperti Premier League Liga Inggris. Tim-tim masih diberi keleluasaan untuk tetap menjalankan jadwal pertandingan dengan protokol kesehatan ketat. Tes rutin pun menjadi syarat mutlak bagi operator dalam menjalankan kompetisi. 

Kebijakan ini berbeda saat Inggris pertama kali menerapkan kebijakan lockdown pada bulan Maret 2020 lalu. Saat itu, seluruh kegiatan olahraga termasuk kompetisi Liga Inggris berbagai level juga dihentikan. Akibatnya, kompetisi musim 2019-2020 sempat terbengkalai selama beberapa bulan. 

 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Di Luar Inggris

Bukan hanya Inggris yang kembali menerapkan status lockdown akibat pandemi virus Corona COVID-19. Skotlandia juga melakukan hal yang sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Pemimpin pemerintahan Skotlandia, Nicola Sturgeon, Senin kemarin telah memaparkan kebijakan itu di hadapan Parlemen Skotlandia di Edinburgh. Pada kesempatan itu, Sturgeon juga mengatakan akan memantau terus kelanjutan nasib olahraga profesional seperti rugbi dan sepak bola di negaranya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat ini, atlet rugbi dan sepak bola masih diizinkan untuk berlatih dan bertanding di Skotlandia. Lockdown di Skotlandia, akan berlangsung hingga akhir Januari 2021. "Kami telah memutuskan mulai tengah malam (00.00 GMT Selasa), selama Januari, persyaratan hukum untuk tinggal di rumah, kecuali untuk tujuan penting," kata Sturgeon kepada Parlemen Skotlandia di Edinburgh. Asosiasi sepak bola Skotlandia segera merespons kebijakan baru tersebut. "Menyusul pengumuman firs minister mengenai peningkatan pembatasan sore ini, kami akan bekerja sama dengan @ScotGov tentang dampaknya pada sepak bola akar rumput. Kami akan memberikan pembaruan lebih lanjut pada waktunya," tulis asosias sepak bola Skotlandia lewat akun media sosialnya.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Liverpool FC