HEADLINE: Liga-Liga Elite Eropa Bergulir Lagi, Bagaimana Kompetisi saat New Normal?

Apakah sepak bola akan baik-baik saja dalam kondisi new normal?

Diperbarui 11 Juni 2020, 09:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Maka jadilah, duel derby Derby Lembah Ruhr di Bundesliga antara Schalke vs Borussia Dortmund, yang biasanya sengit dan meriah karena rivalitas kedua tim yang sangat kuat, tiba-tiba menjadi senyap, karena suporter hanya bisa menyaksikan dari layar kaca.

Menang, kemenangan 4-0  Dortmund tak berkurang nilainya, tetap tiga poin. Namun, seperti tak ada nyawa saat mereka menghajar musuh bebuyutannya itu.

Stadion kosong hanya merupakan salah satu dari penyesuaian sepak bola dalam kehidupan barunya. Namun, dampaknya sudah jelas terasa.

Klub pun kehilangan kesempatan untuk mendulang pemasukan dari penjualan tiket masuk stadion. Padahal, bagi klub-klub elite Eropa tiket pertandingan adalah salah satu pemasukan terbesar.

Physical Distancing di Lapangan

Kini, La Liga, Liga Inggris, dan Serie A pun akan mengalami hal yang sama. Duel pembuka kembali di La Liga, Derby Andalusia: Sevilla vs Real Betis, tarung AC Milan vs Juventus di Serie A, serta pertemuan dua tim papan atas Liga Inggris, Liverpool vs Manchester City pun terancam hambar karena tak disaksikan suporter di stadion.

Tak hanya itu, masih ada sejumlah protokol lainnya yang harus dijalankan, seperti juga di Bundesliga. Mungkin teknisnya berbeda-beda di setiap liga. Namun, intinya sama, menjaga pemain dan semua pihak dari paparan virus.

Soal physical distancing misalnya, tetap harus dijalankan para pemain dan pihak-pihak yang terlibat dalam pertandingan.

Akan ada protokol yang mengatur jumlah dan jarak aman orang-orang yang terlibat dalam pertandingan di dalam stadion. Liga Inggris sempat mengeluarkan wacana hanya akan membolehkan 300 orang saja, termasuk pemain, pelatih dan wasit di dalam stadion.

Saat di lapangan, dipastikan juga tidak ada lagi selebrasi gol dengan cara saling berpelukan dan berkerumun.

Yang ada, sang pencetak gol merayakannya sendiri. Atau, paling tidak dia hanya mengadu siku dengan rekan-rekan lainnya.

Saat menuju stadion, di ruang ganti, bahkan saat di bus menuju stadion pun, para pemain diharuskan menjaga jarak. Bahkan, seperti dilakukan di Bundesliga, para pemain cadangan bukan tak mungkin ditempatkan di bangku penonton, sehingga bisa mengatur jarak yang ideal, minimal dua meter. Jaga jarak juga diterapkan saat para pemain memasuki lapangan pertandingan. Hal yang sama juga dilakukan oleh wasit dan timnya.

Jaga juga pasti akan diterapkan saat jumpa pers, sebelum dan sesudah pertandingan. Tidak akan ada lagi, para wartawan mengerumuni pemain atau pelatih untuk meminta komentar.

Wajib Kenakan Masker

Penggunaan masker pun mutlak diterapkan sebelum pertandingan. Pelatih, ofisial lain, dan para pemain cadangan bahkan diwajibkan tetap mengenakan masker selama pertandingan.

Sebelum menjalani pertandingan, setiap pemain juga dipastikan akan menjalani pemeriksaan, bukan hanya pengukuran suhu. Ini akan menentukan apakah sang pemain boleh atau tidak dimainkan.

Bahkan, bola pun tak luput dari aturan protokol pertandingan. Seperti yang dilakukan di Bundesliga, sebelum pertandingan bola terlebih dahulu disterilkan dengan cara disemprotkan disinfektan.

Sepak Bola Akan Baik-Baik Saja?

 

Lalu, apakah sepak bola akan baik-baik saja dalam kondisi new normal? Apakah para pemain dan seluruh stakeholder sepak bola Eropa itu bisa menjalankan protokol-protokol kesehatan yang disusun?

Sebab, pertaruhannya bukan main-main, nyawa. Sebab, sekali lagi tak ada jaminan mereka semua akan terbebas dari sengatan virus. Bukankah dalam pandemi Covid-19 ini kita mengenal yang disebut orang tanpa gejala alias OTG yang bisa menularkan virus itu ke orang lain?

Jika kita mengacu kepada Bundesliga yang sudah sekitar satu bulan berjalan dalam kondisi new normal, mereka bisa membuktikan bahwa sepak bola baik-baik saja. Ya, dalam kondisi new normal, Bundesliga tetap bisa berjalan lancar.

Ini tentu bisa menjadi pelajaran bagi Liga Spanyol, Liga Inggris, Liga Italia atau liga manapun yang ingin kembali melanjutkan kompetisi mereka masing-masing. Bagaimana dengan komitmen dan kesadaran yang kuat, Bundesliga mampu bangkit dari mati suri.

Tapi, bukan hanya pemain, suporter pun juga harus bisa menahan diri, untuk tidak berbondong-bondong datang ke stadion dalam kondisi sekarang. Bukankah dukungan bisa mereka lakukan dari rumah, di depan layar kaca.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Elin Yunita KristantiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan