Sukses

5 Predator Terbaik Liga Indonesia 1 Dekade Terakhir: Dari Boaz Hingga Simic

Jakarta - Dominasi penyerang asing terus menjadi-jadi di Liga Indonesia. Hanya Boaz Solossa yang berhasil mendobrak hegemoni wajah impor dalam perburuan sepatu emas selama satu dekade terakhir.

Dua kali Boaz Solossa  merengkuh gelar top scorer Liga Indonesia selama sepuluh tahun terakhir. Pada musim 2010-2011, pemain yang karib dipanggil Bochi ini mengumpulkan 21 gol untuk menyisihkan Aldo Barreto dan Edward Wilson Junior.

Dua tahun berselang, penyerang Persipura Jayapura ini kembali menjadi yang tersubur dengan torehan 25 gol. Pada musim itu, kebahagiaan Bochi semakin lengkap setelah Persipura keluar sebagai yang terbaik di Liga Indonesia.

"Kami masih mengejar target, yaitu top scorer untuk Boaz," kata pelatih Persipura musim 2013, Jacksen Tiago

.Selain Bochi, Bola.com merangkum empat predator lainnya yang layak disebut sebagai penyerang terbaik Liga Indonesia dalam sepuluh tahun belakangan. Nama kedua yang dipilih adalah Alberto Goncalves.

Soccerway mencatat, Beto, panggilannya, konsisten membuat dua digit gol sejak 2011-2012. Rinciannya 25 gol bersama Persipura, 14 gol untuk Arema FC pada 2013, 12 gol bagi Arema FC pada 2014, 22 gol untuk Sriwijaya FC pada 2017, 11 gol bagi Sriwijaya FC pada 2018, dan 18 gol untuk Madura United pada musim lalu.

Plus empat golnya untuk Persijap Jepara pada 2010-2011, Beto total mengemas 106 gol untuk kurun waktu 2010-2019. Dia juga sekali menjadi top scorer Liga Indonesia pada 2011-2012. Setelah Boaz Solossa dan Beto, lalu siapa lagi?

2 dari 3 halaman

Termasuk Sergio Van Dijk

Pada periode 2010-2017, minus 2015 dan 2016 karena tidak ada kompetisi dan bukan kejuaraan resmi, Greg Nwokolo juga menorehkan dua digit gol. Rinciannya, 13 gol untuk Persija pada 2010-2011, 20 gol untuk Pelita Jaya pada 2011-2012, 15 gol bagi Arema FC pada 2013, 14 gol untuk Persebaya Surabaya pada 2014, dan 14 gol bagi Madura United pada 2014.

Memang dalam dua tahun belakangan, pembendaharaan gol Greg menurun. Penyerang naturalisasi berdarah Nigeria ini hanya mengemas delapan gol. Dia sebenarnya bersaing dengan Cristian Gonzales untuk masuk ke dalam lima predator terbaik versi Bola.com selama sepuluh tahun terakhir. Namun, Gonzales tidak lagi produktif sejak 2017.

Sebelum bergabung dengan Persib Bandung pada 2013, nama Sergio Van Dijk telah lebih dulu populer di Liga Australia. Di sana, dia dikenal sebagai penyerang haus gol.

Benar saja, saat berkostum Persib, Van Dijk langsung unjuk kebolehan. Penyerang naturalisasi kelahiran Belanda ini mampu menjadi pemain kedua tersubur Liga Indonesia 2013 dengan 21 gol, tertinggal empat gol dari sang top scorer, Boaz Solossa.

Meski begitu, karier Van Dijk di Persib hanya seumur jagung. Dia hengkang ke Iran dan Thailand sebelum kembali ke Kota Kembang pada 2017. Pada musim itu, pemain berkaki kidal ini banyak bergelut dengan cedera dan hanya mampu bermain dalam tiga laga serta nihil gol.

3 dari 3 halaman

Eranya Marko Simic

Dua tahun terakhir, pamor Marko Simic berkembang pesat. Penyerang asal Kroasia itu mampu membukukan 18 gol pada musim pertamanya bersama Persija Jakarta. Selain itu, dia juga membawa tim ibu kota ke tangga juara Liga 1 2018.

Memasuki tahun kedua, Simic makin menggilan. Bomber berusia 31 tahun tersebut berhasil menyegel titel top scorer walaupun Persija terseok-seok di kompetisi. Pemain yang pernah berkarier di Italia ini sukses menorehkan 28 gol, unggul sepuluh gol dari pesaing terdekatnya, Alex Goncalves.

"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan karena memberi saya kesehatan yang baik selama musim yang panjang. Tidak lupa kepada rekan-rekan saya yang membantu untuk bisa menjadi top scorer pada musim ini. Saya sangat bangga karena tidak mudah tampil konsisten dan bermain pada setiap pekan dalam dua musim," imbuh Simic setelah didapuk sebagai pemain tersubur musim lalu.

Total selama dua musim, Simic mengemas 51 gol untuk Persija, termasuk lima gol di Piala Indonesia 2018-2019.

Disadur dari Bola.com (Muhammad Adiyaksa / Wiwig Prayugi)