Trek Ekstrim Bikin Peserta IOX 2019 Andalas Berguguran

IOX 2019 start dari Medan dan berakhir di Bukittinggi.

Diterbitkan 21 Februari 2019, 23:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah itu, peserta melakukan start dari Sibolga (jalan on-road) menuju pantai Tabuyung dengan menyusuri jalan pasir di pantai sepanjang 10 Km. Seluruh peserta sangat menikmati trek pantai pasir yang sepi ini dengan memacu kecepatan tinggi. Dari Tabuyung, peserta menuju Simpang Gambir melalui jalan on-road dan off-road melalui perkebunan sawit dan lading. Tercatat hanya 29 kendaraan yang memasuki trek ini. Sisanya tercecer di belakang dan sebagian lagi diperbaiki karena rusak.

Berikutnya dengan diiringi hujan deras, sekitar 40 kendaraan peserta kembali memasuki jalur off-road berat Sapotinjak ke Aek Mais karena melalui tanjakan tanpa winching point dengan jurang yang dalam sepanjang trek. Ternyata hanya 20 kendaraan yang berhasil finis disambut Bupati Madina Drs. H. Dahlan Harun Nasution.

Berhasil Keluar

Sisanya sebanyak 20 kendaraan baru berhasil keluar satu persatu sejak malam hingga siang hari besoknya. Kondisi hujan yang terus menerus membuat kondisi trek menjadi trek neraka. Salah satu peserta yang terjebak di trek adalah Haji Bakri, tokoh di Penyabungan yang pengusaha sekaligus pengelola pondok pesantren terbesar dan tertua (105 tahun) di Indonesia dengan 12.500 santri.

Setelah istirahat, pada Rabu (20/2), peserta menjalani trek on-road memasuki Propinsi Sumatera Barat dan akan membuka tenda di Kawasan Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota dan akan mencapai finish di Bukit Tinggi, Minggu (24/2).

Saksikan video pilihan di bawah ini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan