Madrid Tertinggal Jauh dari Barca, Efek Zidane Sudah Pudar?

Madrid gagal mempertahankan harapan meraih gelar juara La Liga karena "penyakit" yang kerap menimpa mereka di tengah jalan.

Diterbitkan 23 Februari 2016, 07:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Real Madrid sepertinya akan kalah bersaing dengan rival abadinya, Barcelona, di musim ini. Meski pelatih Madrid, Zinedine Zidane tetap optimistis timnya masih bisa bersaing memperebutkan gelar La Liga, jalan skuat berjuluk Los Blancos meraih trofi sangat berat dan berliku.

Apalagi stabilnya performa Lionel Messi dan kawan-kawan diyakini membuat Madrid sulit menjadi juara.

Bermain imbang melawan Malaga di Rosalade, Minggu (21/02/2016) membuat El Real terpaku di peringkat tiga dengan 54 poin, sementara Barcelona sudah mengemas 63 poin. Dengan menyisakan 13 laga lagi, peluang memang masih terbuka.

 

Baca Juga

  • 4 Jebolan Akademi MU yang Gagal Bersinar di Liga Inggris
  • 13 Insiden di Philip Island, Rider MotoGP Kecam Michelin
  • Pemain Ini Nekat Acungkan Kartu Merah ke Wasit


Situasi yang terjadi saat ini, seolah tak bisa dilepaskan dengan suksesi yang terjadi di tubuh Madrid. Awal tahun lalu Madrid memecat Rafael Benitez sebagai pelatih. Sebagai gantinya, Presiden Madrid Florentino Perez mengumumkan Zinedine Zidane sebagai pelatih anyar.

Penunjukan Zidane awalnya memberikan harapan bahwa mantan pelatih Castilla ini mampu mengubah semua hal. Ketika pria asal Prancis ini dipromosikan sebagai pelatih, Madrid tertinggal lima poin dari saingan berat mereka.

Namun, klasemen liga saat ini menunjukkan bahwa kesenjangan kini telah melebar sembilan poin. Ini memberikan bukti jelas bahwa efek Zidane benar-benar telah memudar.

Penyakit Samad

Zizou, panggilan akrab Zidane, mungkin telah mencoba memperkenalkan gaya permainan baru di Bernabeu, meski belum disertai kemajuan nyata.

Jika merujuk catatan delapan pertandingan pertama Benítez dengan Zidane, hasilnya serupa. Delapan pertandingan Benitez (enam laga La Liga dan dua pertandingan Liga Champions), dan membandingkannya dengan delapan laga pertama Zidane (tujuh La Liga dan satu pertemuan kompetisi Eropa), catatan mereka berdua sama, yakni enam kemenangan dan dua kali seri.

Di bawah Rafa, sapaan Benitez, Los Merengues kurang ampuh di depan gawang, setelah hanya menjaringkan 20 gol, dibandingkan dengan 26 gol di bawah Zidane.

Kegagalan Madrid mempertahankan perjuangan untuk meraih gelar juara La Liga, di antaranya disebabakan "penyakit" yang kerap menimpa mereka di tengah jalan. Benítez tidak bisa menemukan obatnya dan sekarang Zidane sedang menderita penyakit yang sama.

Madrid sejauh ini banyak kehilangan poin jika bermain di luar kandang. Mereka mencatat dua kali seri di tujuh pertandingan tandang. Kemandekan ini datang saat melawan Betis dan kontra Malaga.

Laga berat kembali harus dilakoni Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Madrid akan menjamu Atletico, Sabtu depan, dalam derby Madrid. Apa pun hasilnya, itu akan menguntungkan Barca untuk semakin menjauhkan jarak dari salah satu atau kedua rival mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Ujian Penentu Skuad Garuda

Achmad Yani Yustiawan, Marco Tampubolon, Fadjriah Nurdiarsih, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Zinedine Zidane merupakan eks pemain sekaligus legenda Real Madrid yang kini menjajaki karier sebagai seorang pelatih Los Blancos
    Zinedine Zidane merupakan eks pemain sekaligus legenda Real Madrid yang kini menjajaki karier sebagai seorang pelatih Los Blancos
    Zinedine Zidane
  • Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Rafael Benitez