'Letupan-letupan' Awal Piala Jenderal Sudirman 2015

Banyak kejutan yang tercipta sepanjang babak penyisihan Piala Jenderal Sudirman 2015.

Diterbitkan 02 Desember 2015, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Jenderal Sudirman 2015 telah menyelesaikan seluruh pertandingan babak penyisihan. Sebanyak 30 pertandingan tersaji sejak 10 November 2015. Masing-masing tersebar di Stadion Kanjurhan, (Grup A), Stadion I Wayan Dipta, Bali (Grup B), dan Gelora Delta Siadoarjo (Grup C).

Banyak kejutan yang tercipta selama babak penyisihan grup. Salah satunya adalah tersingkirnya finalis Piala Presiden 2015, Sriwijaya FC dan Persib Bandung. Kejutan lain adalah penampilan gemilang tim PS TNI yang menjadi satu-satunya perwakilan tim amatir pada turnamen ini.

Sriwijaya tersingkir setelah menempati posisi ketiga klasemen Grup A dengan koleksi 5 poin dari 4 pertandingan. SFC juga gagal merebut tempat ketiga terbaik setelah kalah poin dari peringkat tiga Grup C, Pusamania Borneo FC (7 poin) dan peringkat ketiga Grup B, Semen Padang (6 poin).

Parahnya lagi, SFC sempat berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) Piala Jenderal Sudirman gara-gara berbuat anarkis saat kalah 0-1 dari Persija Jakarta, 25 November lalu. Para pemain yang kesal sempat melampiaskan kemarahannya di kamar ganti Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim. 

Protes keras juga sempat dilayangkan oleh striker SFC, Ferdinand Sinaga kepada wasit usai pertandingan. Dia bahkan berusaha mengejar pengadil lapangan Iwan Sukoco setelah lebih dulu menendang mikrofon yang ada di pinggir lapangan. Namun langkahnya dicegah oleh pihak keamanan. Ferdinand bahkan berusaha mengejar suporter yang mengejek tindakannya.

Sebelumnya, SFC menjadi kuda hitam pada Piala Presiden 2015 lalu. Meski start-nya terbilang lambat, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu berhasil melaju hingga ke partai puncak. Sayang di babak final, pasukan Benny Dolo tersebut harus menyerah di tangan Persib Bandung dengan skor 0-2.

Nasib Persib di Piala Jenderal Sudirman juga tak jauh berbeda. Maung Bandung juga gagal melaju ke babak 8 besar. Maung Bandung pulang lebih dulu setelah finis di urutan keempat klasemen Grup C dengan 3 poin dari hasil 1 kali menang dan tiga kali kalah. Satu-satunya kemenangan yang diraih saat bertemu Persela Lamongan di laga perdana. Duel ini berakhir dengan skor 3-2 untuk Persib. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Masing-masing dengan skor 0-1 dari Surabaya United, 0-2 dari Pusamania Borneo FC, dan 0-2 dari PS TNI. ""Ya betul target jauh dari harapan. Di turnamen ini berbalik dengan Piala Presiden, tapi dari awal juga saya sudah sering sampaikan, persiapan dari awal tidak ideal," kata Djadjang mengenai target timnya yang meleset. 

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan