Indonesia U-23 Sudah "Kendor" Ketika Bertemu Brunei

Angka statistik mencatat bila pelatih Aji Santoso masih memiliki pekerjaan rumah menghadapi SEA Games 2015.

Diterbitkan 02 April 2015, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Timnas U-23 Indonesia dipastikan batal berlaga di ajang Piala Asia U-22. Itu setelah mereka tersingkir dari Kualifikasi. Garuda Muda terlempar dari daftar runner-up terbaik setelah di pertandingan terakhir kontra Korea Selatan mereka kalah telak 0-4.

Indonesia memiliki kesempatan untuk menyambar satu tiket menuju putaran final di Qatar andai mereka tidak kebobolan banyak gol di partai pamungkas.

Menarik ke belakang, pada kedua kontra Brunei Darussalam, tim asuhan Aji Santoso itu ternyata mulai "mengendur" meski mampu memetik kemenangan 2-0

Mengapa, berikut ulasannya...

1

Bermain kurang efektif

Menghadapi tim dengan strategi parkir bus, seperti Brunei, praktis serangan Indonesia di sepanjang pertandingan lebih didominasi melalui crossing ataupun tusukan dari sektor sayap dan tendangan dari luar kotak penalti yang justru tidak banyak membuahkan hasil. Tentu, bisa dibilang bila permainan mereka tidak efektif.

Labbola mencatat Indonesia menguasai 78% penguasaan bola dan melakukan 491 umpan sukses (84%) dari total 585 kali percobaan sepanjang pertandingan.

Padatnya pemain Brunei di kotak penalti memaksa Indonesia melakukan banyak tembakan dari luar kotak penalti. Tercatat, Indonesia melakukan 37 kali percobaan tembakan. Dan cuma tujuh yang tepat sasaran, berbanding terbalik dengan Brunei dengan melakukan satu kali tembakan dari tendangan penalti yang diambil Aimmil Rahman. Sayang, bola berhasil ditahan kiper Indonesia, Muhammad Natshir.

Indonesia kemudian mengubah skema menjadi 4-4-2 di babak kedua.  Aji Santoso menarik keluar Ilham Udin dan Hendra Bayaw yang kurang maksimal dan menggantinya dengan Wawan Febriyanto dan Muchlis Hadi.

Strategi ini berjalan mulus. Skema penyerangan menjadi lebih hidup lewat akselerasi Wawan dan Nufiandani di sektor sayap dan sesekali dikombinasikan dengan umpan terobosan ke daerah pertahanan Brunei.

2

Umpan silang banyak tidak mencapai sasaran

Pelatih Aji Santoso memiliki pekerjaan rumah baru setelah menghadapi Brunei. Menghadapi tim yang menumpuk pemain di kotak penalti bukan perkara mudah mengingat dalam laga ini timnas mengganti lima pemain kala menghancurkan Timor Leste jumat lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pressing ketat yang dilakukan dan padatnya pemain bertahan Brunei di kotak penalti memaksa bola lebih sering dialirkan ke sisi sayap. Sayangnya hal ini tidak membuahkan hasil bagi lini serang Indonesia. Total pemain Indonesia melakukan 31 kali crossing namun hanya 11 yang sukses atau rasionya sekitar 35%. Bila masalah itu tidak segera dibenahi Aji, sektor penyerangan akan menghadapi kendala besar saat ketika menghadapi yang memiliki level permainan di atas Indonesia

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan