5 Final Bersejarah Piala Dunia: Tragedi Maracanazo Sampai Pele

Akankah pertandingan pertemuan Jerman dan Argentina ini dikenang sebagai final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia?

Diterbitkan 13 Juli 2014, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Oleh: Diaz Abraham

Jerman dan Argentina akan melakoni partai puncak di Stadion Maracana, Minggu (14/7/2014) atau Senin dinihari WIB. Ini laga ulangan Piala Dunia 1986 dan 1990. Kedua kubu masing-masing berbagi satu kemenangan.  Akankah pertandingan pertemuan dua kekuatan raksasa Eropa dan Amerika Latin  ini dikenang sebagai final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia?

Kilas balik ke belakang, setidaknya terdapat final yang menarik yang sulit dilupakan sampai saat ini. Mulai dari final Piala Dunia 1950 sampai kemenangan besar Prancis saat menghadapi Brasil di partai puncak Piala Dunia 1998.  Berikut 5 laga puncak Piala Dunia yang dikenang hingga kini sebagaimana dilansir dari SBS Nation:

Final Piala Dunai 1950

1. Final Piala Dunai 1950: "The Maracanazo"

Brasil  ditantang Uruguay pada partai puncak Piala dunia di Stadion Maracana, Rio de Janiero. Dalam partai tersebut Brasil tumbang di hadapan publiknya sendiri dengan skor 1-2. Pertandingan yang di saksikan oleh sekitar 170.00 orang ini sangat mengecewakan. Pada saat itu Brasil merupakan tim favorit juara, sebelum mencapai babak final Brasil berhasil mengalahkan Swedia dan Spanyol 7-1 dan 6-1.

Brasil tampak berada di jalur yang benar ketika mereka berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Friaca membobol gawang Brasil. Tetapi malapetaka datang ketika Juan Alberto Schiaffino menyamakan kedududkan di menit 66 disusul gol yang diciptakan Alcides Ghigga 11 menit setelahnya. 'Maracanazo' menjadi hal yang tak pernah dilupakan publik Brasil dan dunia.

Final Piala Dunia 1958

2. Final Piala Dunia 1958: Pele menggebrak dunia

Delapan tahun setelah tragedi 'Maracanazo' Brasil bertolak ke Swedia melakoni pertandingan Piala Dunia dengan pemain yang belum cukup dewasa didalamnya. Edison Arantes do Nascimento atau Pele saat itu baru berusia 17 tahun, umur yang masih sangat muda bagi pemain yang masuk dalam skuad Piala Dunia. Tapi dalam usia yang muda tersebut, Pele berhasil membuktikan pada dunia, faktor usia tidak mempengaruhi mental bertanding. Justru sebaliknya,  Pele menjadi pahlawan Brasil selama turnamen.

Pele membobol gawang sebanyak enam kali dalam empat pertandingan. Nama Pele langsung melejit begitu mencetak gol ke gawang Swedia untuk membawa Brasil menang 5-2 sekaligus menjadi juara dunia untuk pertama sepanjang sejarah turnamen. Dalam partai pamungkas itu, Pele mengangkat bola melewati kepala pemain bertahan dan meliuk melewati kiper Kalle Svensson sebelum mencetak gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3. Final Piala Dunia 1966: Kemenangan Inggris diwarnai kontroversi Pada final yang digelar di Stadion Wembley, tuan rumah Inggris berhasil mempecundangi musuh abadi, Jerman Barat dengan skor telak 4-2. Kemenangan ini terasa spesial dan terus dikenang sampai saat ini. Untuk pertama kali sepanjang sejarah,  The Three Lions sukses  menggondol trofi Piala Dunia. Namun pencapaian besar itu berbau kontroversi karena sang pemain bintang, Geoff Hurst yang menciptakan hattrick di pertandingan itu menciptakan gol kontroversi. Gol ketiga Inggris menjadi sumber masalahnya. Bola tendangan Hurst dianggap masuk. Keputusan itu diambil wasit Gottfroied Dienst setelah berdiskusi dengan asisten wasit Tofiq Bahramov. Tapi dalam tayangan ulang terlihat, bola sebenarnya belum melewati garis gawang. Setelah pertandingan usai dan menyaksikan ulang tayangan  video, dua pengadil itu mengakui kesalahannya. Sejak saat itu, Tim Negeri Ratu Elizabeth itu terkena  kutukan. Hampir empat dekade, negara yang mengklaim sebagai pencetuk sepakbola modern belum pernah lagi keluar sebagai juara dunia.

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan