Penipu Mengaku Petugas Bank dan Minta OTP, BRI Bagikan Cara Menghindari Voice Phishing

Penipu mengaku petugas bank dan meminta OTP dengan dalih pengamanan rekening. Kenali modus voice phishing dan langkah pencegahannya dari BRI.

Diterbitkan 03 November 2026, 09:58 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas bank perlu disikapi dengan cermat, terutama jika disertai permintaan data rahasia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus kejahatan perbankan yang memanfaatkan cara tersebut.

Selain menggunakan akun media sosial dan situs palsu yang mencatut nama bank, pelaku penipuan juga menghubungi nasabah secara langsung melalui telepon. Modus yang disebut voice phishing atau vishing ini ditujukan untuk mendapatkan informasi pribadi serta data rahasia perbankan.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya mengabarkan adanya transaksi mencurigakan atau menyampaikan rencana pemblokiran rekening dengan alasan keamanan. Tutur kata yang sopan dan meyakinkan digunakan untuk membangun kepercayaan, sekaligus menciptakan kesan mendesak agar nasabah mengikuti arahan tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

Dalih Pengamanan Rekening untuk Meminta OTP

Salah satu pola yang perlu diwaspadai adalah ketika penelepon menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, lalu menawarkan bantuan untuk memblokir rekening sementara. Setelah itu, pelaku meminta kode one-time password (OTP) dengan dalih sebagai bagian dari proses pengamanan rekening. Kode OTP merupakan data rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena dapat digunakan untuk mengakses rekening dan melakukan transaksi.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat sistem keamanan dan edukasi kepada nasabah untuk mengantisipasi perkembangan modus penipuan perbankan.

“BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan. BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya,” ujar Dhanny.

Langkah Pencegahan dan Kanal Resmi untuk Verifikasi

Untuk menghindari risiko penipuan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:

1. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, password, atau data rahasia perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

2. Jangan terburu-buru mengikuti instruksi apabila menerima telepon mengenai transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan lainnya.

3. Segera akhiri panggilan yang mencurigakan dan lakukan verifikasi secara mandiri melalui kanal resmi BRI.

4. Periksa aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo dan aktifkan notifikasi transaksi untuk membantu memantau aktivitas keuangan.

5. Segera lakukan pelaporan apabila telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal.

Nasabah juga diimbau untuk mengunduh dan memperbarui aplikasi hanya melalui sumber resmi. Apabila menerima tautan atau arahan untuk memasang aplikasi dari pihak yang mengatasnamakan bank, nasabah diimbau untuk tidak mengikuti instruksi tersebut dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi BRI. Informasi mengenai layanan BRI dapat diperoleh melalui situs www.bri.co.id; Instagram @bankbri_id; X/Twitter @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri; Facebook dan YouTube Bank BRI; Contact BRI 1500017; WhatsApp Chat Sabrina 0812 1214 017; serta menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.

“BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu. Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi,” pungkas Dhanny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6