Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Revitalisasi Posyandu Lily di Sleman

BRI Peduli meresmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman untuk mendukung kesehatan ibu, anak, dan pemenuhan gizi keluarga.

Diterbitkan 03 November 2026, 10:53 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sleman - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli meresmikan Posyandu Lily setelah direvitalisasi di Dusun Purworejo, Kelurahan Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 21 Oktober 2026.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Kebun Pangan Perempuan. Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan, Corporate Secretary BRI Dhanny, Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Pol. Eddy Djunaedi.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi revitalisasi Posyandu Lily. Ia berharap fasilitas tersebut dimanfaatkan secara rutin oleh masyarakat dan didukung peran aktif para kader dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak.

“Karena itu, saya menyambut baik program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Hargobinangun ini. Saya berharap Posyandu Lili semakin aktif melayani masyarakat dan dimanfaatkan secara rutin oleh para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ibu-ibu kader posyandu yang selama ini bekerja dengan penuh kepedulian. Ibu-ibu memiliki peran strategis dan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, memantau tumbuh kembang balita, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat nyata dan keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat.

“Sebagai salah satu institusi perbankan nasional, BRI tidak hanya berkomitmen memberikan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BRI Peduli. Melalui BRI Peduli, kami terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional,” kata Dhanny.

Program 1.000 HPK Jangkau Ibu Hamil dan Balita

Hingga Oktober 2026, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK telah merevitalisasi dua posyandu, yakni Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lily di Dusun Purworejo, serta memberikan pelatihan kepada puluhan kader dari 13 posyandu. Program tersebut juga menjangkau 21 ibu hamil dan 27 peserta kelas gizi melalui edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi, memantau pertumbuhan 141 balita sebagai upaya deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan, serta memberikan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang.

Bupati Sleman Harda Kiswaya memandang Posyandu Lily sebagai fasilitas yang memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus memperluas akses edukasi bagi keluarga.

“Peresmian Posyandu Lili menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat. Posyandu memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat pemantauan pertumbuhan anak, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi orang tua mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pola asuh, serta pencegahan masalah kesehatan lainnya,” ungkapnya.

Kebun Pangan Perempuan Dukung Pemenuhan Gizi Keluarga

Selain revitalisasi posyandu, BRI juga meresmikan Kebun Pangan Perempuan yang dikembangkan dengan metode polybag. Kebun ini menyediakan sayuran segar tanpa pestisida kimia untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus menjadi sumber bahan pangan lokal bagi penyediaan PMT.

Program tersebut turut melibatkan Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan pekarangan, pengolahan, hingga pemasaran hasil panen. Selain membuka peluang nilai ekonomi, kebun ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6