12 Penerbangan di Pekanbaru Tertunda Imbas Kabut Karhutla

Jarak pandang sempat drop hingga 100 meter akibat kabut tebal, 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terpaksa ditunda.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 12 jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, mengalami penundaan (delay). Gangguan tersebut berdampak seimbang pada operasional bandara, yakni mencakup enam penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, memaparkan data pergerakan pesawat berdasarkan laporan penerbangan hingga pukul 10.30 WIB. Pada rentang waktu tersebut, tercatat ada empat penerbangan terdampak yang terbagi atas dua jadwal keberangkatan dan dua kedatangan.

"Terdapat penundaan jadwal penerbangan keberangkatan 6 'flight' dan kedatangan 6 'flight'," ungkap Achmad dikutip Antara, Selasa (13/10/2026).

Meski terjadi penundaan, Achmad menjelaskan bahwa jarak pandang (visibility) pada pukul 10.30 WIB sudah membaik di angka 3.000 meter. Ia menegaskan bahwa secara umum status operasional penerbangan di bandara tetap berjalan aman, lancar, dan normal.

Kondisi sempat lebih krusial pada pagi hari. Laporan pukul 07.30 WIB menunjukkan jarak pandang sempat merosot tajam ke rentang 100 hingga 550 meter akibat terkepung kabut tebal (fog). Akibatnya, dua jadwal keberangkatan awal terpaksa tertunda, yaitu penerbangan IP329 dan QG937, yang keduanya melayani rute Pekanbaru (PKU) menuju Jakarta (CGK). Bahkan hingga pukul 07.03 WIB, belum ada satu pun pesawat yang berhasil mendarat di Bandara SSK II.

Menyikapi dinamika cuaca ini, pengelola bandara terus bersiaga dan menjalin komunikasi intensif bersama pihak-pihak terkait. Langkah pemantauan rutin dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta jajaran maskapai.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG, maskapai, serta pihak terkait. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," tegas Achmad.

Imbas Asap Karhutla, 907 Penerbangan Batal

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan operasional penerbangan di berbagai daerah. Kementerian Perhubungan mencatat ada 10 maskapai yang layanannya terganggu, memicu ratusan penundaan hingga pembatalan demi keselamatan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menerangkan bahwa tingkat gangguan yang dialami tiap maskapai bervariasi. Data akumulasi Kemenhub sejak 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026 merekam total ribuan jadwal terbang yang terdampak.

Citilink Indonesia mencatatkan angka penerbangan terdampak paling tinggi, yakni 478 penerbangan. Posisi selanjutnya disusul oleh NAM Air dengan 300 penerbangan, Wings Air 227 penerbangan, dan Super Air Jet 161 penerbangan.

Deretan maskapai lain yang ikut terdampak meliputi Surya Mataram (134 penerbangan), Batik Air (112 penerbangan), Garuda Indonesia (97 penerbangan), TransNusa (94 penerbangan), Lion Air (41 penerbangan), serta Sriwijaya Air (29 penerbangan).

Wings Air Paling Banyak Batal, Citilink Langganan Delay

Ditinjau dari jenis gangguannya, Wings Air menjadi maskapai yang paling banyak membatalkan penerbangan, yaitu mencapai 226 penerbangan. Super Air Jet menyusul di posisi kedua dengan 158 pembatalan, dan Citilink sebanyak 115 pembatalan.

Namun untuk urusan keterlambatan (delay), Citilink menempati urutan teratas dengan 357 penerbangan, disusul NAM Air sebanyak 212 penerbangan.

"Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan," kata Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).

Secara keseluruhan, hasil pemantauan bersama Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, AirNav, dan pihak maskapai mencatat 745 penerbangan mengalami keterlambatan. Sebanyak 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 15 penerbangan dialihkan (divert), dan 6 penerbangan terpaksa kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6