Update Sebaran Kabut Asap Karhutla, Udara Singapura dan Malaysia Tidak Sehat

Kabut asap terpantau menyelimuti sejumlah provinsi di Indonesia dan melintasi perbatasan negara.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG melaporkan kabut asap karhutla menyelimuti banyak provinsi Indonesia dan negara tetangga.
  • Asap lintas batas dari Indonesia menyebabkan kualitas udara Malaysia dan Singapura tidak sehat.
  • Titik panas terdeteksi di Kalimantan dan Sumatera Selatan, namun cakupan penuh terhalang awan.

Liputan6.com, Jakarta - BMKG melaporkan sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia hingga negara tetangga.

Berdasarkan citra satelit pada Selasa (13/10/2026) pukul 08.00 WIB, kabut asap terpantau menyelimuti sejumlah provinsi di Indonesia dan melintasi perbatasan negara.

Di Indonesia, sebaran asap terdeteksi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

BMKG juga melaporkan pergerakan asap ke arah barat laut hingga timur laut di sejumlah wilayah terdampak.

Kabut asap lintas batas atau transboundary haze terpantau bergerak dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.

Asap dari Kalimantan juga terdeteksi bergerak ke Sabah, Semenanjung Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, asap dari Papua Nugini terpantau menuju Papua Selatan.

"Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari Timur Tenggara ke Barat Laut - Utara," tulis keterangan BMKG.

 

Kabut Asap Bikin Udara Singapura dan Malaysia Tak Sehat

Merujuk laporan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) pada Senin sore, kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal teramati di sebagian wilayah Kalimantan, Singapura, Sarawak, bagian selatan Semenanjung Malaysia, serta wilayah tengah dan selatan Sumatra.

Kabut asap juga terpantau bergerak dari Kalimantan menuju Sabah dan bagian selatan Filipina.

Selain itu, titik panas terdeteksi tersebar di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Sementara itu, hanya sedikit titik panas yang terpantau di wilayah lain di kawasan ASEAN bagian selatan.

Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia turut memengaruhi kualitas udara di Malaysia dan Singapura.

ASMC melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah kedua negara tersebut berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

"Stasiun kualitas udara di sebagian Borneo, Semenanjung Malaysia, Singapura, serta bagian tengah dan selatan Sumatra melaporkan tingkat Tidak Sehat hingga Berbahaya," kata keterangan ASMC.

ASMC menyatakan cakupan penuh titik panas dan kabut asap di kawasan ASEAN bagian selatan belum dapat dipastikan karena terhalang tutupan awan.

Sementara itu, hujan teramati di wilayah ASEAN bagian utara, kecuali di bagian utara dan tengah subwilayah Mekong yang relatif lebih kering. Aktivitas titik panas di kawasan ASEAN bagian utara juga masih rendah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6