Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam labu kuning di pot bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memanen sayuran sendiri meski tidak memiliki halaman luas. Tanaman ini dapat dibudidayakan dalam wadah dengan memperhatikan ukuran pot, media tanam, kebutuhan sinar matahari, dan perawatan yang tepat.
Melansir dari Royal Horticultural Society (RHS) melalui panduan How to Grow Pumpkins, labu dapat tumbuh dalam wadah besar, terutama varietas berukuran kecil yang cocok untuk ruang terbatas. Tanaman ini membutuhkan tempat yang terkena sinar matahari, media tanam subur, serta pasokan air yang cukup agar pertumbuhannya optimal.
Selain pemilihan pot, keberhasilan budidaya labu kuning juga ditentukan oleh proses penyerbukan bunga, pemupukan, dan pengendalian hama. Perawatan yang sesuai membantu tanaman tumbuh sehat sekaligus meningkatkan peluang terbentuknya buah hingga siap dipanen.
Advertisement
Berikut adalah cara menanam labu kuning di pot dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
1. Pilih Benih Labu Kuning yang Cocok Ditanam di Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372448/original/089879900_1791879862-1a.jpg)
Langkah pertama adalah memilih benih yang sesuai dengan kondisi tempat menanam. Tidak semua varietas labu kuning memiliki ukuran tanaman dan buah yang sama. Beberapa jenis tumbuh menjalar dengan cepat, sedangkan varietas lainnya memiliki bentuk tanaman yang lebih ringkas.
Melansir dari How to Grow Pumpkins yang diterbitkan Royal Horticultural Society (RHS), varietas labu berukuran kecil lebih memungkinkan untuk ditanam dalam wadah besar. Karena itu, pilih benih yang memiliki keterangan cocok untuk pot, kebun kecil, atau lahan terbatas.
Labu kuning mini dapat menjadi pilihan bagi pemula karena ukuran buahnya relatif kecil. Namun, jika ingin menanam varietas labu kuning lokal, periksa perkiraan ukuran tanaman, panjang batang, dan ukuran buahnya terlebih dahulu.
Sebaiknya beli benih dari penjual tepercaya yang mencantumkan nama varietas dan petunjuk penanaman. Pilih benih yang utuh, tidak berjamur, dan belum melewati masa simpan yang dianjurkan.
Benih yang baik membantu meningkatkan peluang perkecambahan, tetapi tidak menjamin tanaman langsung menghasilkan banyak buah. Kondisi media tanam, perawatan, dan penyerbukan tetap berpengaruh terhadap hasil panen.
Advertisement
2. Siapkan Pot Besar dengan Lubang Drainase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372449/original/093455000_1791879862-2.jpg)
Pot menjadi tempat tumbuh akar sekaligus sumber air dan nutrisi bagi tanaman. Oleh sebab itu, ukuran wadah perlu disesuaikan dengan karakter labu kuning yang memiliki batang panjang dan daun lebar.
RHS merekomendasikan wadah berdiameter minimal 45 cm untuk varietas labu yang kompak. Untuk budidaya di rumah, ukuran tersebut dapat dijadikan acuan awal, tetapi pot yang lebih besar dan dalam akan memberikan ruang lebih luas bagi akar serta media tanam.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pot:
- Ukuran pot: Pilih pot berdiameter minimal 45 cm untuk varietas kompak. Jika menggunakan varietas yang lebih besar, pilih wadah berkapasitas lebih besar sesuai kebutuhan tanaman.
- Bahan pot: Pot plastik tebal, pot tanah liat, atau wadah tanam yang kuat dapat digunakan selama mampu menampung media dan tanaman.
- Lubang pembuangan air: Pastikan bagian bawah pot memiliki lubang yang cukup agar kelebihan air dapat keluar.
- Kekuatan wadah: Pilih pot yang tidak mudah retak dan cukup kokoh ketika tanaman mulai tumbuh besar.
- Lokasi penempatan: Letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari dan memiliki ruang untuk pertumbuhan batang.
Hindari menggunakan wadah tanpa lubang drainase karena air dapat menggenang dan membuat akar kekurangan oksigen. Jika pot diletakkan di atas tatakan, buang air yang terkumpul setelah penyiraman agar bagian bawah wadah tidak terus terendam.
Satu pot sebaiknya digunakan untuk satu tanaman labu kuning. Cara ini membantu mengurangi persaingan akar dalam memperoleh air, ruang, dan nutrisi.
3. Buat Media Tanam yang Gembur dan Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372450/original/097096200_1791879862-3.jpg)
Media tanam perlu mampu menahan kelembapan tanpa membuat air menggenang. Labu kuning membutuhkan cukup air untuk tumbuh, tetapi akar tetap memerlukan udara agar dapat berkembang dengan baik.
Melansir dari RHS dalam panduan How to Grow Pumpkins, tanaman labu tumbuh baik pada media subur yang mampu mempertahankan kelembapan, tetapi tidak tergenang. Bahan organik, seperti kompos matang, juga dapat membantu memperbaiki kondisi media tanam.
Untuk penanaman dalam pot, campurkan tanah gembur, kompos matang, dan bahan berpori seperti sekam bakar dengan perbandingan yang disesuaikan dengan kondisi bahan. Sebagai campuran awal, gunakan perbandingan 2:1:1, yaitu dua bagian tanah, satu bagian kompos matang, dan satu bagian sekam bakar.
Perbandingan tersebut merupakan contoh praktis, bukan takaran baku untuk semua jenis tanah. Jika tanah yang digunakan sudah sangat gembur atau kompos terlalu padat, komposisi campuran perlu disesuaikan agar air tetap dapat mengalir dengan baik.
Hindari memakai tanah yang terlalu liat, keras, atau tercampur sampah. Jangan pula menggunakan pupuk kandang yang masih segar karena proses penguraiannya dapat menghasilkan panas dan berpotensi mengganggu akar tanaman.
Sebelum digunakan, aduk seluruh bahan sampai merata. Isi pot hingga menyisakan ruang beberapa sentimeter dari bibir wadah agar air penyiraman tidak mudah meluap dan media tanam tidak berhamburan.
Advertisement
4. Semai Benih hingga Tumbuh Tunas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372451/original/000533800_1791879863-4.jpg)
Penyemaian membantu benih tumbuh menjadi bibit sebelum dipindahkan ke pot utama. Cara ini juga memudahkan pemantauan perkecambahan dan pemilihan bibit yang sehat.
RHS dalam panduan How to Grow Pumpkins menyarankan benih ditanam sedalam sekitar 1 cm pada media penyemaian. Benih dapat diletakkan menyamping, lalu ditutup tipis dengan media tanam.
Berikut langkah penyemaiannya:
- Siapkan pot kecil atau wadah semai yang memiliki lubang pembuangan air.
- Isi wadah dengan media semai yang gembur dan bersih.
- Masukkan satu benih ke setiap wadah dengan kedalaman sekitar 1 cm.
- Tutup benih menggunakan media tanam secara tipis.
- Siram perlahan sampai media lembap, tetapi tidak becek.
- Letakkan wadah di tempat hangat dan terang tanpa paparan panas berlebihan.
- Periksa kelembapan media setiap hari hingga tunas muncul.
Waktu perkecambahan dapat berbeda-beda, bergantung pada mutu benih, suhu, dan kelembapan. Karena itu, jangan langsung menganggap benih gagal hanya karena belum tumbuh dalam beberapa hari.
Setelah tunas muncul, pastikan bibit memperoleh cahaya yang cukup agar batangnya tidak tumbuh terlalu panjang dan lemah. Siram seperlunya ketika permukaan media mulai mengering.
Hindari memindahkan bibit terlalu dini. Tunggu sampai tanaman memiliki beberapa daun sejati, yaitu daun yang bentuknya mulai menyerupai daun labu dewasa, dan terlihat cukup kuat untuk ditanam di wadah utama.
5. Pindahkan Bibit ke Pot Utama dengan Hati-hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372452/original/004032900_1791879863-5.jpg)
Bibit yang sudah cukup kuat dapat dipindahkan ke pot besar. Tahap ini perlu dilakukan secara hati-hati karena akar labu kuning yang masih muda relatif mudah rusak jika media tanamnya terlepas atau diremas terlalu keras.
Sebelum pemindahan, basahi media semai secukupnya agar akar dan tanah lebih mudah diangkat. Buat lubang tanam di tengah pot utama dengan ukuran yang cukup untuk menampung akar bibit.
Angkat bibit bersama media yang menempel pada akarnya, kemudian masukkan ke lubang tanam. Tutup bagian sampingnya dengan media tanam dan tekan perlahan agar tanaman berdiri tegak.
Pastikan pangkal batang tidak tertimbun terlalu dalam. Setelah selesai, siram perlahan hingga media di sekitar akar lembap dan tanaman dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Tempatkan pot di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung. Jika bibit sebelumnya tumbuh di tempat teduh, biasakan tanaman dengan paparan sinar matahari secara bertahap agar tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang mendadak.
Jangan langsung memberikan pupuk dengan dosis tinggi setelah pemindahan. Utamakan kestabilan pertumbuhan akar dan daun terlebih dahulu sebelum menambah nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.
Advertisement
6. Letakkan Pot di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari
Labu kuning termasuk tanaman yang menyukai tempat hangat dan cerah. Sinar matahari membantu pertumbuhan daun, pembentukan bunga, serta proses pematangan buah.
Pilih area yang memperoleh sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari. Sebisa mungkin, tempatkan tanaman di lokasi terbuka yang tidak terus-menerus terhalang tembok tinggi atau tanaman lain.
Namun, perhatikan juga kondisi lingkungan. Di daerah yang sangat panas, pot dapat kehilangan air lebih cepat, terutama jika ukurannya kecil atau terbuat dari bahan yang mudah menghantarkan panas. Periksa kelembapan media secara rutin dan sesuaikan penyiraman dengan kondisi cuaca.
Tanaman labu kuning memiliki batang yang dapat tumbuh menjalar jauh dari pot. Oleh karena itu, sediakan ruang agar batang dan daun tidak menumpuk terlalu rapat.
Jika lahan terbatas, batang dapat diarahkan mengikuti jalur tertentu atau dilatih merambat pada para-para yang kokoh. Pilih varietas berbuah kecil jika ingin menanam secara vertikal, sebab buah besar memerlukan penyangga tambahan agar tidak jatuh atau merusak batang.
RHS juga mengingatkan bahwa tanaman yang terlalu rapat memiliki sirkulasi udara kurang baik dan lebih rentan mengalami gangguan penyakit jamur. Karena itu, jangan menempatkan pot terlalu berdekatan.
7. Siram Tanaman secara Teratur sesuai Kelembapan Media
Penyiraman merupakan bagian penting dalam cara menanam labu kuning di pot. Wadah tanam memiliki jumlah media yang terbatas sehingga kelembapannya dapat berubah lebih cepat dibandingkan tanah di kebun.
Melansir dari RHS melalui How to Grow Pumpkins, labu membutuhkan banyak air, terutama ketika mulai menghasilkan buah. Kekurangan air dapat menghambat pembentukan buah dan meningkatkan risiko munculnya embun tepung pada kondisi yang mendukung penyakit tersebut.
Lakukan penyiraman dengan memperhatikan kondisi media, bukan hanya mengikuti jadwal tetap. Periksa permukaan dan kelembapan media di bagian yang lebih dalam menggunakan jari. Jika media mulai mengering, siram sampai air keluar melalui lubang drainase.
Perhatikan beberapa kebiasaan berikut:
- Siram pada pagi hari agar tanaman memiliki pasokan air untuk beraktivitas sepanjang hari.
- Arahkan air ke media tanam, bukan terus-menerus membasahi daun dan bunga.
- Tambahkan frekuensi pemeriksaan ketika cuaca panas atau tanaman mulai berbuah.
- Pastikan air berlebih dapat keluar dari pot.
- Kurangi penyiraman jika media masih basah atau hujan turun cukup deras.
Â
Advertisement
8. Berikan Pupuk secara Tepat agar Tanaman Subur
Labu kuning membutuhkan nutrisi untuk membentuk akar, batang, daun, bunga, dan buah. Tanaman yang tumbuh dalam pot perlu mendapat perhatian khusus karena jumlah media tanam dan cadangan nutrisinya terbatas.
Pada awal pertumbuhan, gunakan media tanam yang subur dan kompos matang sebagai sumber bahan organik. Jika tanaman menunjukkan pertumbuhan yang lambat, periksa terlebih dahulu kecukupan cahaya, air, dan kondisi akar sebelum menambah pupuk.
Saat tanaman mulai berbunga dan buah mulai terbentuk, kebutuhan nutrisinya perlu disesuaikan. RHS menyarankan pemberian pupuk cair organik dengan kandungan kalium tinggi setiap 10–14 hari ketika buah mulai membesar, terutama untuk tanaman yang tumbuh dalam wadah. Ikuti dosis pada label produk agar pupuk tidak diberikan secara berlebihan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memupuk labu kuning:
- Gunakan pupuk sesuai tahap pertumbuhan. Utamakan nutrisi seimbang pada awal pertumbuhan, lalu sesuaikan pemberian pupuk ketika tanaman mulai berbuah.
- Pilih pupuk yang mengandung kalium. Unsur ini berperan dalam berbagai proses pertumbuhan tanaman, termasuk perkembangan buah.
- Ikuti petunjuk pemakaian. Jangan menganggap semakin banyak pupuk akan membuat buah semakin besar.
- Hindari memupuk media yang sangat kering. Basahi media secukupnya sebelum memberikan pupuk cair sesuai petunjuk produk.
- Perhatikan kondisi daun. Daun menguning atau pertumbuhan terhambat tidak selalu disebabkan oleh kekurangan pupuk. Masalah air, akar, dan hama juga perlu diperiksa.
Â
9. Arahkan Batang dan Rawat Daun secara Berkala
Batang labu kuning dapat tumbuh menjalar dan memenuhi area di sekitar pot. Jika dibiarkan tanpa pengaturan, batang berpotensi mengganggu jalan, menutupi tanaman lain, atau membuat area tumbuh terlalu rapat.
Arahkan batang ke area yang sudah disiapkan. Jika tersedia lahan terbuka, batang dapat dibiarkan menjalar di atas permukaan yang bersih dan kering. Jika ruang terbatas, gunakan para-para atau teralis yang kuat untuk membantu mengarahkan pertumbuhan tanaman.
Untuk varietas berbuah kecil, sistem rambatan dapat menjadi pilihan. Namun, buah yang menggantung perlu diberi penyangga yang memadai agar beratnya tidak merusak batang. Varietas berbuah besar lebih aman dibiarkan tumbuh di permukaan yang kokoh.
Pemangkasan tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Potong bagian yang mati, rusak, atau menunjukkan gejala penyakit menggunakan alat yang bersih. Hindari membuang terlalu banyak daun sehat karena daun membantu tanaman menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembentukan buah.
Periksa bagian bawah daun, batang, dan pucuk secara berkala. Daun yang berlubang, bercak yang meluas, atau keberadaan serangga dapat menjadi tanda awal gangguan hama maupun penyakit.
Jika menemukan bagian tanaman yang sakit, pisahkan atau buang bagian tersebut sesuai kondisi. Bersihkan alat setelah digunakan dan hindari penggunaan pestisida secara sembarangan, terutama ketika bunga sedang dikunjungi lebah.
Advertisement
10. Bantu Penyerbukan agar Bunga Berkembang Menjadi Buah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372453/original/010142500_1791879863-1.jpg)
Salah satu penyebab tanaman labu kuning berbunga tetapi tidak menghasilkan buah adalah penyerbukan yang tidak berhasil. Tanaman ini memiliki bunga jantan dan betina yang bentuknya berbeda, sehingga penting untuk mengenali keduanya.
Bunga jantan biasanya memiliki tangkai lebih panjang dan tidak mempunyai bakal buah di bagian pangkalnya. Sementara itu, bunga betina memiliki bagian menggembung menyerupai buah kecil tepat di belakang mahkota bunga.
Melansir dari University of Minnesota Extension melalui panduan Flower and Fruit Set in Cucurbits, labu dan tanaman sekeluarga bergantung pada serangga penyerbuk. Bunga jantan umumnya muncul lebih dahulu daripada bunga betina, sedangkan bunga labu hanya mekar selama beberapa jam pada pagi hari. Kondisi ini membuat waktu penyerbukan menjadi penting.
11. Kendalikan Hama dan Penyakit Sejak Awal
Tanaman labu kuning dapat mengalami gangguan akibat serangga pemakan daun, kutu daun, serta penyakit yang menyebabkan bercak atau lapisan putih pada daun. Gangguan tersebut dapat menghambat pertumbuhan jika tidak ditangani.
Pemeriksaan rutin menjadi langkah awal yang sederhana. Amati perubahan warna daun, lubang pada permukaan daun, batang yang rusak, serta pertumbuhan yang tiba-tiba melambat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga tanaman tetap sehat meliputi:
- Periksa daun secara rutin. Amati permukaan atas dan bawah daun untuk menemukan hama atau tanda penyakit.
- Buang bagian yang rusak. Potong daun yang mati atau terinfeksi berat menggunakan alat bersih.
- Jaga sirkulasi udara. Atur posisi pot dan batang agar daun tidak menumpuk terlalu rapat.
- Hindari media yang terlalu basah. Pastikan lubang drainase berfungsi dengan baik.
- Bersihkan area tanaman. Singkirkan daun busuk dan sisa tanaman yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya organisme pengganggu.
Advertisement
12. Rawat Buah hingga Siap Dipanen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372454/original/013576500_1791879863-10.jpg)
Setelah penyerbukan berhasil, bagian menggembung di belakang bunga betina dapat mulai membesar. Pada tahap ini, tanaman memerlukan pasokan air dan nutrisi yang cukup agar buah berkembang dengan baik.
Jaga kelembapan media secara konsisten dan lanjutkan pemupukan sesuai kebutuhan. Hindari perubahan kondisi yang terlalu drastis, seperti membiarkan media sangat kering lalu menyiramnya secara berlebihan.
Jika buah tumbuh di atas permukaan tanah, letakkan alas bersih dan kering seperti papan atau ubin di bawahnya. Cara ini membantu mengurangi kontak langsung dengan permukaan lembap yang dapat memicu pembusukan.
Untuk tanaman yang menghasilkan banyak buah, perhatikan kemampuan batang dan daun dalam menopang pertumbuhan tersebut. Pada varietas labu berukuran besar, RHS menyarankan membatasi jumlah buah yang dipelihara menjadi sekitar dua atau tiga buah per tanaman agar energi pertumbuhan lebih terfokus. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan varietas dan kondisi tanaman dalam pot.
Labu kuning dapat dipanen ketika buah sudah mencapai kematangan yang sesuai dengan varietasnya. Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:
- Warna kulit berkembang sesuai ciri varietas dan tidak lagi tampak seperti buah muda.
- Kulit terasa lebih keras ketika disentuh.
- Tangkai buah mulai mengeras dan berubah penampilan.
- Ukuran buah sudah mendekati ukuran matang yang lazim untuk varietas tersebut.
Berapa Lama Labu Kuning di Pot Bisa Dipanen?
Waktu panen labu kuning bergantung pada varietas, kondisi pertumbuhan, cuaca, dan perawatan. Sebagai gambaran, materi Potensi Pangan Lokal Indonesia dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa labu kuning dapat dipanen sekitar tiga bulan setelah tanam. Angka ini merupakan perkiraan umum dan bukan jaminan bahwa semua tanaman dalam pot akan matang pada waktu yang sama.
Tanaman yang tumbuh di pot kecil, kekurangan cahaya, atau mengalami gangguan penyerbukan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan buah matang. Sebaliknya, kondisi tumbuh yang sesuai dapat membantu tanaman berkembang dengan lebih baik.
Karena itu, perhatikan perkembangan buah secara berkala daripada berpatokan pada jumlah hari saja. Jika tujuan penanaman adalah memperoleh buah untuk dikonsumsi, kematangan buah menjadi pertimbangan utama sebelum panen.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Labu Kuning di Pot
1. Apakah labu kuning bisa ditanam di pot kecil?
Bisa, tetapi sebaiknya menggunakan varietas yang kompak dan pot berukuran besar. RHS merekomendasikan wadah minimal berdiameter 45 cm untuk varietas yang sesuai ditanam dalam pot.
2. Berapa biji labu kuning yang ditanam dalam satu pot?
Sebaiknya satu tanaman untuk satu pot utama. Benih dapat disemai di wadah kecil terlebih dahulu, lalu bibit terbaik dipindahkan setelah cukup kuat.
3. Mengapa tanaman labu kuning berbunga tetapi tidak berbuah?
Penyebabnya dapat berupa penyerbukan yang tidak berhasil, bunga betina yang belum muncul, atau kondisi tanaman yang kurang mendukung. Penyerbukan manual bisa dicoba ketika bunga jantan dan betina terbuka pada pagi hari.
4. Seberapa sering labu kuning perlu disiram?
Frekuensi penyiraman bergantung pada cuaca, ukuran pot, dan kelembapan media. Periksa media secara rutin dan siram ketika mulai mengering, tanpa membiarkan air menggenang.
5. Berapa bulan labu kuning bisa dipanen?
Sebagai gambaran umum, labu kuning dapat dipanen sekitar tiga bulan setelah tanam. Namun, waktu panen yang tepat bergantung pada varietas dan tanda kematangan buah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372447/original/086228400_1791879862-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345579/original/024320400_1789038579-Labu_rambatan_vertikal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329604/original/072482700_1787285478-kcmmTVtxEin0CQtyCAWrTJvHM5e8ko15W98wgggT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262031/original/032655700_1781767940-menyiram.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261851/original/079313100_1781760691-b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262025/original/062255000_1781767936-4317225620594436317.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6909290/original/003141600_1779679556-Untitleda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372428/original/066886200_1791879468-edefee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938818/original/005997700_1645185149-20220218-Pangsa_Pasar_KPR_Subsidi_BTN_Meleji-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372455/original/026260700_1791879925-HL.jpg)