Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bisa menurunkan kualitas udara. Saat polusi masuk ke rumah, penghuni berpotensi terpapar hingga menimbulkan masalah kesehatan pernapasan.
Dalam hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan informasi mengenai prediksi sebaran partikulat kabut asap serta peringatan dini kualitas udara ekstrem melalui laman Informasi Kualitas Udara Indonesia. Informasi tersebut bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk mengatur aktivitas dan mengurangi paparan polusi.
Adapun terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi masuknya asap dan membersihkan partikel yang mengendap di dalam rumah. Simak selengkapnya seperti dirangkum Liputan6.com, Senin (12/10).
Advertisement
1. Tutup Pintu dan Jendela untuk Mengurangi Asap Masuk ke Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328442/original/034133700_1787194888-pal3.jpg)
Menutup pintu dan jendela menjadi langkah awal untuk membatasi masuknya udara luar yang tercemar ke dalam rumah. Cara ini membantu mengurangi paparan partikel asap, terutama ketika kualitas udara di lingkungan sekitar sedang memburuk.
Kementerian Kesehatan di laman resminya menyarankan masyarakat menutup pintu dan jendela rapat-rapat untuk mengurangi masuknya partikel asap. Celah pada kusen juga perlu diperiksa karena bisa menjadi jalur masuknya udara dari luar.
Meski demikian, menutup rumah saja tidak menjamin udara di dalam ruangan bebas polusi. Jika memungkinkan, gunakan pembersih udara dengan filter yang sesuai dan perhatikan kondisi udara luar sebelum membuka jendela untuk ventilasi. Hindari pula penggunaan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara tercemar dari luar.
Advertisement
2. Bersihkan Permukaan Rumah dengan Kain Lembap
Partikel dari kabut asap dapat mengendap di lantai, meja, rak, dan perabot rumah lainnya. Debu yang menumpuk berpotensi kembali beterbangan ketika permukaan tersebut disapu atau dibersihkan secara kering, sehingga penghuni rumah bisa kembali terpapar.
Salah satu cara murah yang bisa dilakukan adalah membersihkan permukaan dengan kain lembap. Basahi kain secukupnya, lalu usapkan pada meja, kusen, rak, dan permukaan lain yang mudah dijangkau. Setelah digunakan, cuci kain agar kotoran tidak berpindah ke bagian rumah lainnya.
Untuk lantai, gunakan kain pel lembap dan hindari menyapu debu secara kasar ketika kondisi udara sedang tercemar. Cara ini membantu mengangkat partikel yang sudah mengendap, tetapi tidak menggantikan fungsi alat penyaring udara untuk menangkap partikel yang masih melayang di udara.
3. Gunakan Pembersih Udara dengan Filter HEPA
Pembersih udara dengan filter HEPA bisa menjadi pilihan untuk membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan. Filter jenis ini dirancang untuk menangkap partikel kecil, termasuk sebagian partikel yang terdapat dalam asap, sehingga penggunaannya dapat membantu menjaga kualitas udara di ruangan tertutup.
Jika memiliki anggaran terbatas, prioritaskan perangkat yang sesuai dengan luas ruangan dan memiliki informasi kinerja penyaringan yang jelas. Penghuni rumah juga bisa memusatkan penggunaan alat di satu ruangan yang paling sering ditempati agar biaya pembelian dan pemakaian lebih terkendali.
Hindari menganggap semua alat pembersih udara memiliki kemampuan yang sama. Perhatikan jenis filter, kapasitas perangkat, ketersediaan pengganti, serta petunjuk perawatan dari produsen. Jika menggunakan perangkat rakitan, pastikan kipas dan filter cocok satu sama lain serta tidak menimbulkan risiko panas berlebih atau kebakaran.
Advertisement
4. Kurangi Sumber Polusi di Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340903/original/047245300_1788529093-kal7.jpg)
Udara di dalam rumah juga bisa tercemar oleh aktivitas penghuni. Asap rokok, pembakaran sampah, lilin, dan kegiatan memasak yang menghasilkan banyak asap dapat menambah partikel di udara, terutama ketika rumah sedang ditutup untuk membatasi masuknya polusi dari luar.
Karena itu, hindari merokok dan membakar sampah di dalam atau dekat rumah. Saat kabut asap berlangsung, pilih cara memasak yang menghasilkan lebih sedikit asap dan gunakan alat penghisap asap yang membuang udara ke luar hanya jika kondisi luar serta pemasangannya memungkinkan. Jangan menggunakan alat yang justru menarik udara tercemar ke dalam rumah.
Pengurangan sumber polusi dari dalam rumah perlu dilakukan bersamaan dengan pembatasan masuknya asap dari luar. Dengan begitu, upaya menjaga udara tetap bersih tidak hanya bergantung pada pembersihan perabot atau penggunaan alat penyaring.
5. Tips Menjaga Udara Rumah Tetap Bersih Saat Kabut Asap
Agar upaya mengurangi paparan polusi berjalan lebih efektif, beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa diterapkan setiap hari sesuai kondisi rumah dan kualitas udara di lingkungan sekitar.
- Pantau kualitas udara secara berkala: Periksa informasi kualitas udara dan prediksi sebaran kabut asap melalui kanal resmi BMKG sebelum memutuskan membuka jendela atau beraktivitas di luar rumah.
- Bersihkan debu secara rutin: Gunakan kain lembap untuk perabot dan kain pel untuk lantai agar partikel yang sudah mengendap tidak mudah beterbangan kembali.
- Periksa filter pembersih udara: Bersihkan atau ganti filter sesuai petunjuk produsen agar perangkat bekerja dengan baik.
- Batasi aktivitas yang menghasilkan asap: Hindari merokok, membakar sampah, dan melakukan kegiatan lain yang menambah polusi di dalam rumah.
- Utamakan perlindungan kelompok rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
- Jangan mengandalkan pengharum ruangan: Pewangi hanya mengubah aroma dan tidak menghilangkan partikel polutan yang terdapat di udara.
Advertisement
6. Langkah Pencegahan Jangka Panjang untuk Menghadapi Kabut Asap
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4568686/original/024865800_1694173490-Kabut_Asap_Bandara_Syamsudin_Noor_2.jpg)
Persiapan sebelum musim kemarau dan potensi kebakaran hutan serta lahan bisa membantu keluarga mengurangi paparan kabut asap, sehingga langkah pencegahan berikut sebaiknya dilakukan sebelum kualitas udara memburuk.
Siapkan satu ruangan dengan udara yang lebih bersih
- Pilih ruangan yang relatif mudah ditutup dari udara luar dan bisa digunakan keluarga untuk mengurangi paparan ketika kabut asap berlangsung.
Sediakan perlengkapan pembersih udaraÂ
- Jika anggaran memungkinkan, siapkan pembersih udara dengan filter yang sesuai, termasuk filter pengganti agar perangkat bisa terus digunakan ketika dibutuhkan.
Pantau informasi resmi pemerintahÂ
- Gunakan informasi BMKG mengenai cuaca, kualitas udara, dan prediksi sebaran kabut asap. Ikuti pula arahan BPBD setempat apabila terdapat imbauan khusus untuk wilayah terdampak.
Buat rencana perlindungan keluargaÂ
- Tentukan ruangan yang akan digunakan, siapkan kebutuhan anak-anak dan lansia, serta ketahui fasilitas kesehatan terdekat untuk mengantisipasi keluhan akibat paparan asap.
Kurangi sumber pencemaran di lingkunganÂ
- Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan ini membantu mencegah sumber asap yang bisa memperburuk kualitas udara.
Kenali tanda gangguan kesehatanÂ
- Jika muncul sesak napas, nyeri dada, atau keluhan pernapasan yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Murah Bersihkan Udara Rumah Saat Kabut Asap
1. Bagaimana cara murah membersihkan udara rumah saat kabut asap?
Cara yang bisa dilakukan antara lain menutup pintu dan jendela, membersihkan permukaan dengan kain lembap, mengurangi sumber polusi di dalam rumah, serta menggunakan pembersih udara berfilter jika anggaran memungkinkan.
2. Apakah kain basah bisa menyaring kabut asap?
Kain lembap membantu mengangkat partikel yang sudah mengendap di permukaan. Namun, kain tersebut tidak bisa diandalkan untuk menyaring partikel asap yang masih melayang di udara.
3. Apakah tanaman hias bisa membersihkan udara dari kabut asap?
Tanaman hias tidak bisa diandalkan untuk menghilangkan partikel asap dalam jumlah yang cukup dari udara rumah. Mengurangi masuknya polusi dan menggunakan penyaring udara yang sesuai lebih tepat untuk tujuan tersebut.
4. Kapan jendela rumah sebaiknya dibuka saat kabut asap?
Jendela sebaiknya dibuka ketika kualitas udara luar membaik dan kondisi memungkinkan ventilasi tanpa memasukkan banyak polutan. Periksa informasi kualitas udara sebelum membuka jendela.
5. Di mana masyarakat bisa memantau informasi kabut asap?
Masyarakat bisa memantau prediksi sebaran partikulat kabut asap dan peringatan dini kualitas udara melalui laman resmi BMKG serta mengikuti imbauan BPBD setempat.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371262/original/060653500_1791780398-Your_paragraph_text__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371204/original/095998100_1791775708-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-12T102632.397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328440/original/005628000_1787194888-pal1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2916544/original/089328000_1568906453-jambi3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370018/original/092217100_1791544258-asap_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5202231/original/093153000_1745893382-1000005244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1210055/original/024586000_1461203113-FOTO_LIPUTAN6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368209/original/017753100_1791418194-Untitled.jpg)