Liputan6.com, Jakarta - Industri penerbangan nasional mencatatkan langkah besar dalam memperkuat kemandirian fasilitas perawatan dan perbaikan armada udara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menganugerahkan sertifikasi Approved Maintenance Organization (AMO) kepada PT Batam Aero Engine (BAE). Dengan sertifikasi ini, perbaikan serta perawatan mesin pesawat kini sudah bisa dilakukan di Batam, Kepulauan Riau.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sokhib Al Rokhman, menyatakan bahwa penerbitan sertifikat ini menjadi bukti bahwa PT BAE telah memenuhi kriteria keselamatan, kualitas, serta standar kelaikudaraan sesuai regulasi keselamatan penerbangan sipil.
"Hari ini kita bersyukur dapat meresmikan terbitnya sertifikat AMO 145D111. Penerbitan sertifikat ini mengafirmasikan bahwa PT Batam Aero Engine telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kualitas dan standar kelaikudaraan," kata Sokhib dalam peresmian BAE di Batam, dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).Â
Advertisement
Ia menjelaskan, lisensi AMO 145D111 yang dikantongi PT BAE memberikan wewenang penuh untuk menangani pemeliharaan mesin pesawat hingga unit daya cadangan atau Auxiliary Power Unit (APU). Kehadiran fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) domestik ini krusial mengingat selama ini perawatan komponen mesin pesawat sering kali harus dikirim ke luar negeri.
"Kita harus merdeka untuk melakukan perawatan airframe 100 persen dalam negeri. Ini dimulai oleh dengan fasilitas BAE di Batam Aero Technic," ujarnya.
Tekan Kebocoran Devisa dan Bidik Maskapai Asing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1046384/original/089403400_1446807378-20151106-Hanggar-4-GMF-masih-kekurangan-Teknisi-AY-2.jpg)
PT BAE sendiri merupakan bagian dari ekosistem MRO Batam Aero Technic (BAT) di bawah naungan Lion Group yang berpusat di Nongsa, Batam.
Presiden Direktur Lion Group sekaligus Direktur Utama PT Batam Teknik/Batam Aero Technic, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menegaskan bahwa BAE dirancang spesifik untuk menangani komponen mesin dan APU.
"Semua fasilitas MRO itu sama, tapi pesawat kan banyak komponennya. BAE ini khusus mesin pesawat dan APU," kata Daniel.
Dengan terbitnya lisensi resmi dari Kemenhub, mesin-mesin pesawat tidak perlu lagi diterbangkan ke luar negeri hanya untuk urusan perbaikan.
"Sehingga yang biasanya mesin-mesin pesawat ini dirawat di luar, Batam Aero Engine sudah mempunyai kapabilitas untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Batam," ujarnya.
Daniel menambahkan, kehadiran fasilitas BAE tidak cuma berdampak pada penghematan devisa negara yang selama ini keluar untuk biaya perawatan di luar negeri, tetapi juga membuka peluang emas mendatangkan devisa baru apabila maskapai internasional menggunakan jasa perbaikan di Batam.
Advertisement
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pengembangan sektor MRO ini turut disambut positif oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai ekspansi industri perbaikan pesawat akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal, salah satunya lewat pembukaan lapangan kerja berkualitas.
Saat ini, kawasan Batam Aero Technic tercatat sudah menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja.
"Pengembangan yang dilakukan oleh Batam Aero Technic akan memberi multiplier effect kepada Batam. Karyawan yang direkrut otomatis memiliki skill, mendapatkan gaji sesuai kompetensi dan standar. Ini akan memberi efek ganda terhadap ekonomi Batam dalam sektor konsumsi rumah tangga misalnya," kata Amsakar.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1046383/original/089108000_1446807378-20151106-Hanggar-4-GMF-masih-kekurangan-Teknisi-AY-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324888/original/030124600_1786776768-nt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324859/original/023829100_1786774447-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_11.55.55.jpeg)