Harga Emas Pegadaian 19 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kompak Turun

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian buatan Galeri24, Antam dan UBS pada Rabu, (19/8/2026).

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian tertekan pada perdagangan Rabu, (19/8/2026). Harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS kompak melemah.

Dikutip dari laman Pegadaian, saat dipantau pukul 11.32 WIB, harga emas Galeri24 berada di posisi Rp 2.645.000 per gram. Di sisi lain, harga emas Antam ditetapkan di Rp 2.685.000 per gram. Harga emas UBS dipatok Rp 2.717.000 per gram.

Bila dibandingkan posisi pada Selasa kemarin, harga emas Galeri24 susut menjadi Rp 2.645.000 dari sebelumnya Rp 2.676.000 per gram. Harga emas Antam tercatat turun menjadi Rp 2.685.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.736.000 per gram. Lalu harga emas UBS tergelincir dari Rp 2.747.000 per gram menjadi Rp 2.717.000 per gram.

Di Pegadaian ada ragam pilihan ukuran. Galeri24 untuk emas yang tersedia mulai 0,5 gram-1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram. Emas Antam tersedia hingga ukuran 100 gram.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar dan kebijakan harga yang berlaku.

Rincian Harga Emas Pegadaian

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.388.000
  • 1 gram: Rp 2.645.000
  • 2 gram: Rp 5.226.000
  • 5 gram: Rp 12.969.000
  • 10 gram: Rp 25.869.000
  • 25 gram: Rp 64.324.000
  • 50 gram: Rp 128.546.000
  • 100 gram: Rp 256.964.000
  • 250 gram: Rp 640.833.000
  • 500 gram: Rp 1.281.664.000
  • 1.000 gram: Rp 2.563.328.000

 

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.394.000
  • 1 gram: Rp 2.685.000
  • 2 gram: Rp 5.309.000
  • 3 gram: Rp 7.938.000
  • 5 gram: Rp 13.195.000
  • 10 gram: Rp 26.335.000
  • 25 gram: Rp 65.709.000
  • 50 gram: Rp 131.336.000
  • 100 gram: Rp 262.593.000

 

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.468.000
  • 1 gram: Rp 2.717.000
  • 2 gram: Rp 5.392.000
  • 5 gram: Rp 13.323.000
  • 10 gram: Rp 26.506.000
  • 25 gram: Rp 66.135.000
  • 50 gram: Rp 131.997.000
  • 100 gram: Rp 263.889.000
  • 250 gram: Rp 659.528.000
  • 500 gram: Rp 1.317.506.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia turun pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia dipicu lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Selain itu, kenaikan harga energi akibat memanasnya ketegangan AS-Iran semakin memicu kekhawatiran inflasi dan menekan harga emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Mengutip CNBC,  Rabu, (19/8/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 4.393,11 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember susut 0,6% menjadi US$ 4.448.

“Peningkatan kecuraman kurva imbal hasil menjadi hambatan bagi emas. Sementara itu, harga minyak yang lebih kuat juga menjadi faktor penyebab pelemahan hari ini,” ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.

"Meskipun terjadi penurunan sementara saat ini, kami tetap optimistis (bullish) terhadap emas dan melihat adanya potensi kenaikan lebih lanjut, meskipun pasar mungkin perlu melewati fase konsolidasi sebelum minat beli kembali muncul," Grant menambahkan.

Biaya pinjaman jangka panjang mulai dari AS hingga Jepang dan Jerman mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade, sehingga menekan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara harga minyak mentah tetap berada di zona positif untuk sesi ketiga berturut-turut.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Prospek kesepakatan damai AS-Iran masih menemui jalan buntu setelah Presiden Donald Trump menyatakan Teheran kemungkinan besar tidak akan menerima syarat-syarat yang diperlukan untuk mengakhiri konflik. Di sisi lain, Iran menegaskan sikap militer yang "sepenuhnya ofensif" dan menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Washington memenuhi ketentuan kesepakatan sementara.

Harga energi yang lebih tinggi memperkuat argumen perlunya suku bunga yang lebih tinggi untuk meredam inflasi, meskipun data ekonomi AS baru-baru ini menunjukkan hilangnya lapangan kerja secara tak terduga, tingkat inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, serta lemahnya penjualan ritel pada Juli. Kini, investor menantikan rilis risalah rapat kebijakan terbaru Federal Reserve pada Rabu untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga.

"Aktivitas pembelian investor saat ini lebih selaras dengan tingkat harga yang mendekati US$ 4.000 per ons dibandingkan US$ 5.000 per ons; angka US$ 4.000 tersebut berkaitan dengan pertumbuhan permintaan investasi sebesar 21% secara tahunan (year-on-year)," ungkap analis Bank of America dalam sebuah catatan.

"Oleh karena itu, pembelian oleh investor kemungkinan perlu meningkat agar harga emas dapat bergerak menuju level US$ 5.000 per ons,” demikian seperti dikutip dari riset Bank of America.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6