Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini Senin 28 September 2026

Harga emas Pegadaian hari ini untuk Antam, UBS, dan Galeri24 masing-masing Rp 2,636 juta, Rp 2,553 juta, dan Rp 2,527 juta per gram.

Diterbitkan 28 September 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas di Pegadaian hari ini, Senin (28/9/2026), berada di kisaran Rp 2,5 juta per gram untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS.

Harga emas Antam menjadi yang tertinggi di antara ketiganya, yakni Rp 2.636.000 per gram, sedangkan UBS Rp 2.553.000 dan Galeri24 Rp 2.527.000 per gram.

Harga tersebut dikutip dari laman Pegadaian dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Harga Emas Galeri24

Untuk emas Galeri24, ukuran yang tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Berikut rinciannya:

  • 0,5 gram: Rp 1.325.000
  • 1 gram: Rp 2.527.000
  • 2 gram: Rp 4.993.000
  • 5 gram: Rp 12.391.000
  • 10 gram: Rp 24.717.000
  • 25 gram: Rp 61.461.000
  • 50 gram: Rp 122.825.000
  • 100 gram: Rp 245.528.000
  • 250 gram: Rp 612.311.000
  • 500 gram: Rp 1.224.621.000
  • 1.000 gram: Rp 2.449.240.000

Harga Emas Antam

Sementara itu, emas Antam yang tersedia di Pegadaian memiliki pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

  • 0,5 gram: Rp 1.370.000
  • 1 gram: Rp 2.636.000
  • 2 gram: Rp 5.212.000
  • 3 gram: Rp 7.792.000
  • 5 gram: Rp 12.952.000
  • 10 gram: Rp 25.847.000
  • 25 gram: Rp 64.491.000
  • 50 gram: Rp 128.900.000
  • 100 gram: Rp 257.721.000

Harga Emas UBS

Adapun emas UBS tersedia dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram. Berikut daftar harganya:

  • 0,5 gram: Rp 1.380.000
  • 1 gram: Rp 2.553.000
  • 2 gram: Rp 5.066.000
  • 5 gram: Rp 12.519.000
  • 10 gram: Rp 24.906.000
  • 25 gram: Rp 62.142.000
  • 50 gram: Rp 124.029.000
  • 100 gram: Rp 247.959.000
  • 250 gram: Rp 619.714.000
  • 500 gram: Rp 1.237.974.000

Harga emas di Pegadaian tersebut merupakan harga yang tercantum pada waktu pengambilan data. Perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prediksi Harga Emas Sepekan

Survei Emas Mingguan Kitco menunjukkan pelaku pasar terutama investor ritel mempertahankan pandangan optimistis terhadap harga emas meski kinerja mingguan emas melemah. Sementara itu, analis tidak memiliki keyakinan yang jelas mengenai arah pergerakan emas dalam jangka pendek.

Mengutip Kitco, Senin, (27/9/2026), 14 analis berpartisipasi dalam Survei Emaas Kitco News. Dari partisipasi itu menunjukkan pandangan kalangan wall street terbagi cukup merata menjadi tiga kelompok. Pihak yang optimistis, pesimistis dan yang bersikap netral Hal ini berbeda dengan pekan lalu yang menunjukkan konsensus bullish atau menguat.

Lima atau 36% analis memprediksi harga emas menguat pada pekan ini. Sementara itu, 29% lainnya memperkirakan logam mulia kembali turun. Lima analis lainnya mencakup 36% dari total responden memprediksi, pergerakan harga emas cenderung mendatar, tetapi fluktuatif pada pekan ini.

Sementara itu, jajak pendapat daring Kitco mencatat 152 suara, dengan mayoritas investor ritel tetap mempertahankan pandangan bullish yang persentasenya hampir tidak berubah. Sebanyak 57% atau 86 pedagang ritel memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan 23% atau 35 orang memprediksi penurunan harga. Sebanyak 20% sisanya atau 31 investor memperkirakan pergerakan harga mendatar.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler memprediksi harga emas menguat pekan ini. Hal ini dengan asumsi harapan terhadap the Federal Reserve (the Fed) telah bergerak dan hampir sejauh yang mungkin terjadi, serta rangkaian data penting, menurut Chandler akan memperkuat hal itu.

“Pekan ini, AS akan merilis data deflator PCE Agustus yang mencakup penyesuaian metodologis yang akan sedikit menurunkan angka inflasi dan pertumbuhan lapangan kerja September tampak lebih lemah dibandingkan Agustus,” ujar dia.

Harga Emas Perlu Melampaui US$ 4.400

Chandler menuturkan, harga emas perlu naik melampaui US$ 4.400 agar pergerakannya dianggap signifikan.

Analis Senior Barchart.com, Darin Newsom menuturkan, harga emas akan naik. Ia mengatakan, secara teknikal, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual pada grafik harian jangka pendeknya.

Akan tetapi, ia mengatakan, seperti kata pepatah lama, pasar bisa tetap berada dalam kondisi overbought atau jenuh beli atau oversold lebih lama dari pada kemammpuan untuk tetap bertahan secara finansial.

“Perlu dicatat, secara fundamental tidak ada yang berubah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat akibat inflasi, sementara bank-bank sentral terus membeli emas,” Newsom menambahkan.

Kata Analis

Demikian juga Presiden dan COO Asset Strategis International, Rich Checkan mengatakan, harga emas bakal naik. Ia menuturkan, investor mulai menyadari fakta ada batas sejauh mana the Fed dapat menaikkan suku bunga. Hal ini karena beban pembayaran bunga utang saat ini mencapai US$ 1,6 triliun atau Rp 28.843 triliun (asumsu kurs dolar AS terhadap rupiah 17.920) per tahun atau 4% dari total utang US$ 40 triliun.

"Dan karena Kongres tidak akan pernah berhenti melakukan pengeluaran berlebih, harga emas akan naik. Ini ada kesimpulang yang sangat jelas,” ujar Checkan.

Sementara itu, Chief Market Strategist SIA Wealth Management, Colin Cieszynski bersikap netral terhadap emas pekan ini. “Saya tidak melihat banyak katalis utama,” kata dia.

Sementara itu, Senior Market Strategist Forex.com, James Stanley menuturkan, harga emas akan turun. Ia menilai, sentimen imbal hasil tidak akan segera hilang dan pasar obligasi tampak rentan sehingga mendorong lonjakan imbal hasil yang dapat memicu titik terendah harga emas.

"Selama harga bertahan di atas level US$ 4.000, menurut saya masih ada alasan kuat untuk mempertahankan pandangan bullish jangka panjang. Level 4.100 akan menjadi titik support yang lebih ideal, mengingat level itu sempat berperan kuat sebagai resistance sebelum penembusan pada Agustus,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6