Realiasi Investasi Tumbuh 7,2%, Hilirisasi Serap Rp 300 Triliun

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, investasi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi investasi pada semester I 2026 masih menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan melampaui laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Airlangga menyebut investasi tumbuh 7,2%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45% secara kumulatif pada semester I 2026.

"Dari segi investasi, investasi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan semester I tumbuh 7,2%. Jadi ini menunjukkan investasi terus berjalan,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, realisasi investasi hingga semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, atau sekitar setengah dari target investasi nasional tahun ini yang sebesar Rp2.041,3 triliun.

Dari total tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp 507,6 triliun atau sekitar 50,2%, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 502,9 triliun.

Airlangga juga menyoroti pemerataan investasi yang semakin baik. Dia menuturkan, tren investasi di luar Pulau Jawa terus meningkat sehingga komposisinya kini relatif berimbang dengan investasi di Pulau Jawa.

“Kalau kita lihat, investasi di dalam dan di luar Jawa mulai seperti tahun lalu, sekitar 50% sudah masuk ke wilayah di luar Jawa,” katanya.

Airlangga mengatakan program hilirisasi masih menjadi magnet utama investasi. Nilai investasi yang masuk ke sektor hilirisasi mencapai sekitar 30% dari total realisasi investasi nasional atau sekitar Rp300 triliun pada semester I 2026.

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Konsumsi rumah tangga tercatat sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menyampaikan konsumsi rumah tangga berkontribusi besar ke produk domestik bruto (PDB) pada komponen pengeluaran.

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32% dan tumbuh 5,06% (year on year)," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Dia menjelaskan, peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh momen libur yang terjadi sepanjang kuartal II-2026. Subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi adalah restoran dan hotel tumbuh 6,47%. Selain itu, sektor transportasi dan komunikasi juga tumbuh sebesar 5,71% .

"Kalau kita dalami perkembangan pertumbuhan komponen pendorong utama ekonomi dari sisi pengeluaran kita bisa lihat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong oleh momen hari libur dan hari besar keagamaan," jelas dia.

Selain itu, komponen Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berkontribusi 29,36 persen dan tumbuh 6,87 persen secara tahunan. PMTB juga tumbuh positif tercermin pada beberapa indikator investasi.

Seperti subkomponen PMTB yang tumbuh positif adalah kendaraan tumbuh sebesar 26,03 persen, peralatan lainnya tumbuh sebesar 16,18 persen, serta peningkatan realisasi investasi di BKPM, data BKPM sebesar 7,14 persen.

Konsumsi Pemerintah

Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal II 2026.

Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah

Konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% seiring dengan peningkatan realisasi belanja. Pertama belanja pegawai tumbuh menguat sejalan dengan pembayaran gaji 13 untuk ASN, TNI, Polri serta akselerasi pembayaran tunjangan tenaga penidik non-PNS.

"Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya berupa program makan bergizi gratis (MBG)," jelas dia.

Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan II 2026 ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67%.

Selain itu pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06% dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07%. Sementara itu net expor memberikan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,78%.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6