Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 13,14%. Airlangga menilai kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang untuk memperluas akses keuangan syariah kepada lebih dari 44 juta masyarakat.
Airlangga mengatakan pemerintah perlu memperluas inklusi keuangan syariah, terutama bagi masyarakat pedesaan, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
"Angka inklusi syariah kita masih 13,14%, jauh di bawah inklusi konvensional,” kata Airlangga saat simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Advertisement
Airlangga menyebut tingkat literasi keuangan syariah justru telah mencapai 43,07%. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan akses mereka terhadap layanan keuangan syariah.
Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan setiap warga negara memiliki rekening perbankan ketika berusia 17 tahun. Pemerintah juga menyiapkan pengisian saldo awal sebesar Rp 50.000 untuk setiap rekening tersebut.
“Pemerintah tentu akan memberikan biaya untuk mengisi rekening itu di angka Rp 50.000 per orang,” ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan pemerintah akan memastikan saldo tersebut tidak terpotong biaya administrasi perbankan. Pemerintah juga akan mendorong penggunaan sistem pembayaran QR bagi pelaku UMKM untuk memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.
Airlangga menyebut pemerintah juga mendorong penyaluran bantuan sosial melalui rekening individu. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat inklusi keuangan sekaligus memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah.
Selain inklusi keuangan, Airlangga mengatakan, aset keuangan syariah Indonesia telah mencapai Rp 3.131 triliun. Pemerintah juga mencatat potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf mencapai sekitar Rp 343 triliun per tahun.
Airlangga menilai Provinsi Aceh dapat menjadi salah satu model pengembangan ekonomi syariah nasional. Dia menyebut inklusi keuangan syariah di Aceh telah mencapai 72%, sedangkan aset Bank Umum Syariah di wilayah tersebut mencapai Rp 65,05 triliun.
"Ini bisa menjadi model untuk berbagai daerah yang lain,” kata Airlangga.
Potensi Dana Umat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319906/original/006534000_1786324984-1000177210.jpg)
Dalam kesempatan serupa, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan penguatan dana umat dapat menjadi instrumen penting untuk mengurangi kemiskinan. Nasaruddin mendorong pembentukan lembaga pengelola dana umat agar berbagai sumber dana keagamaan dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
Nasaruddin memperkirakan potensi dana umat yang dapat dihimpun melalui berbagai instrumen mencapai angka yang sangat besar. Dia bahkan menyebut potensi tersebut dapat mencapai sekitar Rp 1.000 triliun apabila dikelola secara optimal.
"Minimum Rp 1.000 triliun itu bisa kita kumpulkan,” ujar Nasaruddin.
Nasaruddin mengatakan pengelolaan dana umat perlu diarahkan berdasarkan karakteristik kemiskinan masyarakat. Menurut dia, pemerintah perlu menentukan masyarakat yang membutuhkan bantuan konsumtif dan masyarakat yang membutuhkan modal produktif agar bantuan dapat menghasilkan kemandirian ekonomi.
"Jangan di kasih ikan itu enggak produktif nanti jadinya,” kata Nasaruddin.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343496/original/077996900_1788858817-IMG_6936.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1299755/original/005358200_1469608319-airlangga-hartarto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343221/original/003293100_1788847583-publikasi_1788833862_6a9f7046542a0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343064/original/099599600_1788842565-Airlangga_rekening.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294238/original/000692300_1783825862-publikasi_1783779628_6a52512c477b8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320316/original/034290200_1786344835-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-10_agustus_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311632/original/008964700_1785413345-gi6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333760/original/010339400_1787806425-email-attachment_2026_08_27_immanuel-christian_harbolnas-2026-ditargetkan-capai-rp40-triliun-naik-10_93b5f555-95d8-46b5-a578-df84519dfe8f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314709/original/077774000_1785763686-publikasi_1785761243_6a708ddb84b23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7887538/original/087814400_1780715852-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_23.07.24.jpeg)