Bukan Cuma Aktor, Ular Ikut Audisi di Panggung Opera New York

Tak cuma aktor, ular juga menjalani audisi ketat untuk bisa tampil di panggung Metropolitan Opera New York.

Diterbitkan 08 September 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Hampir semua orang yang tampil di panggung Metropolitan Opera (The Met) di New York harus melalui proses audisi, bahkan untuk ular yang akan menjadi pusat perhatian sebentar dalam adaptasi terbaru dari sebuah karya klasik milik Mozart.

Dikutip dari AP News, Selasa (8/9/2026), yang menjadi penentu ular mana yang akan memerankan peran utama reptil tersebut adalah Zoe Ziegfeld, seorang mantan pemain karnaval yang sekarang menjadi aktor opera. Ia akan memerankan seorang pawang ular dalam pertunjukkan "Cosi fan tutte" di Met yang terinspirasi oleh suasana Coney Island tahun 1950-an.

Ziegfeld mengambil ularnya satu-satu, membiarkan mereka merayap dan melilit, kemudian mengangkat kepala hewan tersebut di atas kepalanya. Hal ini untuk melatih gerakan yang akan ditampilkan di bawah sorotan lampu terang di tengah panggung pada setiap pertunjukan.

Ia menatap mata setiap ular, hampir berhadapan langsung, ketika ia mengamati perilaku ular-ular tersebut.

"Saya perlu tahu apakah ularnya nyaman berhadapan dengan orang dan dengan apa yang akan kita lakukan," tutur Ziegfeld.

Dalam kompetisi yang berlangsung dengan tegang tersebut, seekor ular boa bernama Princess yang menjadi pemenangnya. Ia adalah ular yang lebih besar dengan penampilan yang lebih menonjol di atas panggung.

"Kami akan lanjut berlatih bersama Princess (ular boa constrictor besar berwarna kuning-peach yang berkilau seperti sinar matahari) sebagai uji coba! Dia adalah ular yang luar biasa dan uji coba ini bukan tentangnya, melainkan tentang saya dan kekuatan saya," tulis Ziegfeld dalam sebuah email setelah audisi berakhir.

Seekor boa berwarna cokelat yang berukuran sedikit lebih kecil bernama Nala dari audisi kedua akan menjadi pemeran pengganti Princess.

 

Peran Zoe Ziegfeld

Ini adalah ketiga kalinya Ziegfeld memerankan seorang pawang ular di adaptasi opera tahun 1790 karya Wolfgang Amadeus Mozart oleh Met.

Dalam karya orisinal Mozart, dua prajurit Italia memutuskan untuk menguji kesetiaan para pasangan mereka dengan berpura-pura pergi ke medan perang. Kemudian, mereka akan menyamar dan mencoba untuk menggoda pasangan mereka masing-masing.

Dalam versi Met, hampir keseluruhan plotnya sama, tapi latar berubah di karnaval Coney Island tahun 1950-an yang dilengkapi pemandangan penuh warna dan para atraksi sampingan.

Ziegfeld mendapatkan peran tersebut dengan kerja keras. Mereka menghabiskan beberapa musim di Coney Island dengan menggelar pertunjukan pawang ular sebanyak delapan kali sehari.

Saat melakukan audisi beberapa tahun lalu, ular hidup tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruang audisi. Jadi, Ziegfeld membawa rekaman video pawang ular miliknya, lalu menegaskan kredibilitasnya sebagai penampil karnaval dengan memaku rongga hidungnya sendiri dalam atraksi yang dikenal sebagai "Human Blockhead."

"Musiknya berbeda, bayarannya pun berbeda. Menghibur penonton adalah suatu kesenangan. Dan saat tampil dengan ular, sangat menyenangkan untuk mengetahui bahwa ada orang-orang yang takjub dan ada pula yang takut. Hal-hal seperti ini terjadi di Met dan Coney. Jadi, sejujurnya menurut saya lebih banyak miripnya daripada bedanya," ucap Ziegfeld.

Ular-ular tersebut bisa mengikuti audisi berkat Nancy Novograd dan perusahaannya, All Tame Animals.

Ia menjalankan bisnis tersebut ketika kudanya tampil di panggung Met dalam produksi berjudul "Carmen." Kini, ia menyediakan rumah opera tersebut dengan apapun mulai dari gajah hingga serangga.

Menurut Novograd, Dua ular pertama yang beraudisi ukurannya sedikit kecil. Salah satunya mungkin akan terlihat tidak serasi dengan atasan yang dipakai Ziegfeld. Tapi, kuncinya adalah kepribadian.

"Hewan-hewan juga harus tampil layaknya pemeran manusia. Terkadang, ada jenis perilaku tertentu yang harus mereka tunjukkan. Dan terkadang, mereka hanya perlu bisa akur dengan sang pemeran," tutur Novograd.

"Jadi dalam hal ini, mereka harus memiliki warna dan ukuran yang cocok dan Zoe harus menyukai mereka," tutup dia.

Â