Top 3: Kemnaker Buka Magang Nasional 2026

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum Selasa, (30/6/2026). Salah satunya terkait Kemnaker buka magang nasional.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan kembali membuka pendaftaran Magang Nasional 2026 pada 15 Juli 2026. Program ini disiapkan untuk merekrut para lulusan baru (fresh graduate) jenjang diploma dan sarjana dengan total kuota sebesar 150 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, kuota program Magang Nasional angkatan II ini naik dari perekrutan pertama yang sebesar 100 ribu peserta. Adapun nilai anggaran yang disiapkan Kemnaker untuk program ini sekitar Rp 4,2 triliun.

"Kita mulai nanti pendaftaran peserta ini, yang mungkin ditunggu-tunggu, 15 Juli. Jadi masih ada kesempatan dua minggu lagi kira-kira," ujar Menaker di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Sebelum tanggal itu, Kemnaker mempersilakan perusahaan penyedia kerja untuk menyampaikan pekerjaan yang dibutuhkan di platform Magang Hub mulai Senin, 29 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.

"Kami akan memverifikasi. Yang akan kita verifikasi adalah terkait dengan apakah lowongan itu benar-benar cocok untuk lulusan perguruan tinggi. Kalau iya kita akan loloskan, termasuk juga kuota maksimum itu adalah 20 persen dari total jumlah karyawan yang ada," jelasnya.

Adapun proses pendaftaran Magang Nasional angkatan II ini akan dibuka secara bertahap mulai 15 Juli 2026, dengan kuota 50 ribu peserta di masing-masing tahap.

Artikel Kemnaker Buka Magang Nasional 2026, Uang Saku hingga Rp 6 Juta menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada awal pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Selasa, (30/6/2026):

1. Kemnaker Buka Magang Nasional 2026, Uang Saku hingga Rp 6 Juta

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan kembali membuka pendaftaran Magang Nasional 2026 pada 15 Juli 2026. Program ini disiapkan untuk merekrut para lulusan baru (fresh graduate) jenjang diploma dan sarjana dengan total kuota sebesar 150 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, kuota program Magang Nasional angkatan II ini naik dari perekrutan pertama yang sebesar 100 ribu peserta. Adapun nilai anggaran yang disiapkan Kemnaker untuk program ini sekitar Rp 4,2 triliun.

"Kita mulai nanti pendaftaran peserta ini, yang mungkin ditunggu-tunggu, 15 Juli. Jadi masih ada kesempatan dua minggu lagi kira-kira," ujar Menaker di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sebelum tanggal itu, Kemnaker mempersilakan perusahaan penyedia kerja untuk menyampaikan pekerjaan yang dibutuhkan di platform Magang Hub mulai Senin, 29 Juni pukul 12.00 WIB.

"Kami akan memverifikasi. Yang akan kita verifikasi adalah terkait dengan apakah lowongan itu benar-benar cocok untuk lulusan perguruan tinggi. Kalau iya kita akan loloskan, termasuk juga kuota maksimum itu adalah 20 persen dari total jumlah karyawan yang ada," jelasnya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Pemerintah Andalkan Stimulus Rp 26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli dan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan jika pemerintah terus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berbagai indikator makroekonomi menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan berada pada jalur yang positif.

Indonesia juga berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, di mana pada kuartal I Tahun 2026, ekonomi tumbuh sebesar 5,61% (yoy), melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN.

“Kita juga menjaga inflasi, inflasi kita di bulan Mei ini sekitar 3%. kemudian juga kita bisa menjaga domestic demand di mana indeks keyakinan konsumennya masih di atas 100 bahkan 120. Kemudian kita menjaga juga dari segi meraca perdagangan, ini sekarang tren-nya positif di US$ 0,09 miliar di bulan April ini. Nah, kemudian kita lihat juga PMI S&P dari segi manufaktur masih di angka 50, jadi relatif baik. Kemudian cadangan devisa Mei ini sekitar USD144,9 miliar. Jadi relatif perekonomian masih dalam track yang positif,” ujar dia di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Untuk memperkuat daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi pada Semester II Tahun 2026, Pemerintah telah meluncurkan kebijakan stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Prediksi Harga Emas Pekan Ini

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia masih akan bergerak fluktuatif sepekan ke depan. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik, dinamika politik di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, hingga perang dagang.

Ibrahim mengatakan, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi pekan lalu berada di level US$ 4.077 per troy ounce, sementara harga logam mulia ditutup di Rp 2.660.000 per gram. Menurutnya, dalam skenario pelemahan, harga emas dunia berpotensi turun hingga area support di US$ 3.786 per troy ounce, sedangkan logam mulia dapat melemah ke Rp 2.530.000 per gram.

"Jadi kesimpulannya untuk emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di support US$ 3.786 per troy ounce, kemudian tertinggi ya resistennya di US$ 4.344 per troy ounce,” ujar Ibrahim dalam pernyataanya, Senin (29/6/2026)

Sementara itu, apabila harga emas menguat, Ibrahim memperkirakan emas dunia berpeluang menembus level resistance hingga US$ 4.344 per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga logam mulia diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp 2.530.000 hingga Rp 2.750.000 per gram sepanjang pekan depan.

"Kemudian untuk logam mulianya, kemungkinan besar dalam sepekan itu Rp 2.530.000 per gram sampai di Rp 2.750.000 per gram,” jelasnya.

Berita selengkapnya baca di sini 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6