Liputan6.com, Jakarta - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia masih akan bergerak fluktuatif sepekan ke depan. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik, dinamika politik di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, hingga perang dagang.
Ibrahim mengatakan, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi pekan lalu berada di level US$ 4.077 per troy ounce, sementara harga logam mulia ditutup di Rp 2.660.000 per gram. Menurutnya, dalam skenario pelemahan, harga emas dunia berpotensi turun hingga area support di US$ 3.786 per troy ounce, sedangkan logam mulia dapat melemah ke Rp 2.530.000 per gram.
"Jadi kesimpulannya untuk emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di support US$ 3.786 per troy ounce, kemudian tertinggi ya resistennya di US$ 4.344 per troy ounce,” ujar Ibrahim dalam pernyataanya, Senin (29/6/2026)
Advertisement
Sementara itu, apabila harga emas menguat, Ibrahim memperkirakan emas dunia berpeluang menembus level resistance hingga US$ 4.344 per troy ounce. Sejalan dengan itu, harga logam mulia diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp 2.530.000 hingga Rp 2.750.000 per gram sepanjang pekan depan.
"Kemudian untuk logam mulianya, kemungkinan besar dalam sepekan itu Rp 2.530.000 per gram sampai di Rp 2.750.000 per gram,” jelasnya.
Ibrahim menjelaskan, fluktuasi harga emas dunia dan logam mulia masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Menurutnya, fokus utama pasar saat ini tertuju pada ketegangan geopolitik, perkembangan politik di Amerika Serikat, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, serta potensi eskalasi perang dagang pada semester kedua tahun ini.
Ketegangan di Timur Tengah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546340/original/050246100_1775287307-7.jpg)
Di sisi geopolitik, ia menyoroti meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah setelah insiden penyerangan terhadap kapal tanker serta aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, konflik Rusia dan Ukraina juga masih menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar global.
Sementara dari sisi Amerika Serikat, dinamika politik domestik, termasuk prospek Partai Republik di parlemen serta arah kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump, dinilai turut memengaruhi pergerakan aset-aset global.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika juga masih menjadi perhatian investor setelah muncul indikasi bahwa suku bunga lebih berpeluang dipertahankan dibandingkan dinaikkan.
"Apa sih yang membuat harga-harga tadi yang saya sebutkan berfluktuatif? Yang pertama ini adalah masalah geopolitik, kebijakan perpolitikan di Amerika, kemudian kebijakan bank sentral, kemudian perang dagang,” tuturnya.
Menurut Ibrahim, kombinasi faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas dunia dan logam mulia dalam beberapa hari ke depan, di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dan politik global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837498/original/067081100_1716195906-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)