Listrik Padam di Berbagai Daerah, Kementerian ESDM Rapat Maraton dengan PLN

Kementerian ESDM panggil direksi PT PLN (Persero) untuk mengatasi kendala kelistrikan nasional. Pemerintah menjamin pasokan batu bara surplus.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) menggelar rapat maraton menyusul pemadaman listrik yang terjadi di berbagai daerah dalam sepekan terakhir. Pemerintah memastikan pemadaman tersebut tidak dipengaruhi oleh gangguan pasokan batu bara ke pembangkit listrik.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengatakan bahwa rangkaian rapat intensif ini bahkan sudah dimulai sejak Kamis malam yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Sebagai tindak lanjut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, hari ini juga memanggil jajaran direksi PLN.

"Hari kemarin ada pertemuan antara Pak Menteri dengan PLN. Kemudian hari ini, Pak Dirjen Ketenagalistrikan juga sedang menggelar rapat dengan pihak direksi PLN," kata Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Erani memastikan tidak ada kendala terkait pasokan batu bara untuk pembangkit milik PLN, karena alokasi kuota ke setiap pembangkit sudah ditetapkan secara matang sejak awal tahun.

"Secara umum tidak ada masalah, seharusnya aman. Kan sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan batu bara untuk PLN," ujarnya.

Krisis Pasokan Januari 2022 Tak Akan Terulang

Erani juga menegaskan bahwa ancaman krisis pasokan batu bara ke pembangkit listrik tidak akan terulang seperti yang pernah terjadi pada Januari 2022. Sebagai catatan, pada saat itu pemerintah sampai harus menghentikan sementara ekspor batu bara demi menyelamatkan pasokan listrik dalam negeri yang kritis.

"Insyaallah tidak akan terulang (krisis pasokan). Pak Menteri kemarin sudah menyampaikan pernyataan ketegasan terkait hal itu. Hari ini juga dirapatkan lagi oleh Pak Dirjen Gatrik dengan PLN," bebernya.

 

Bahlil Panggil Bos PLN

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa dirinya telah memanggil manajemen PLN ke kantornya untuk membahas kendala teknis kelistrikan yang berujung pada pemadaman massal di beberapa wilayah belakangan ini.

"Saya sampai hari ini, malam ini pun masih ada rapat bersama PLN di kantor untuk membahas dan menyelesaikan masalah ini," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil membantah keras isu yang menyebutkan bahwa kelangkaan suplai batu bara menjadi pemicu padamnya aliran listrik. Ia menegaskan, pemerintah telah mengunci alokasi ratusan juta ton batu bara untuk menjamin ketahanan energi nasional.

"Kalau dikatakan bahwa masalahnya karena batu bara langka, itu tidak benar. Penugasan Domestic Market Obligation (DMO) kita sudah mencapai 170 juta ton," tegas Bahlil.

Sebaliknya, Bahlil mengakui adanya gangguan teknis pada sistem permesinan pembangkit yang dimiliki oleh PLN. Ia berjanji kendala teknis tersebut akan segera dituntaskan dalam waktu dekat.

"Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang dilaporkan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya," ucap Bahlil.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6