Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Tanah Air, termasuk aspek daya beli masyarakat dan perdagangan.
Budi menilai penguatan dolar AS yang tembus ke angka Rp 18.000 tak mengganggu daya beli masyarakat. Dia menyiratkan masih ada kegiatan ekonomi yang bergerak.
"Enggak (terdampak pelemahan rupiah), selama ini kan masih... cek-cek coba deh di lapangan," kata Budi saat dikonfirmasi di Kantor Kemendag, Jakarta, ditulis Jumat (5/6/2026).
Advertisement
Dia mengamini adanya kenaikan harga dari barang-barang impor. Maka, dia tetap memantau ketersediaan bahan baku di tingkat produsen. Kepastian stok ini dipastikannya tak terganggu.
"Ya pertama dari distribusi, kemudian dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi dengan para produsen, jangan sampai itu pun terganggu gitu kan ya, jangan sampai stok enggak ada," ungkapnya.
Budi memastikan bahan pangan pokok masih dalam kondisi cukup memenuhi kebutuhan nasional. "Jadi sekarang saya sampaikan ke teman-teman, stok bahan pokok normal, artinya bahkan tadi telur aja surplus kan gitu ya," katanya.
"Itu kan bahan pakannya juga pasti naik, tapi kan tetap surplus. Bahkan harganya malah di bawah HET, sehingga harus ada penyerapan yang bagus. Jadi sebenarnya relatif bagus ya tinggal kita bagaimana mengatur antara suplai dengan permintaan," imbuhnya.
Â
Peluang Ekspor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
Sebelumnya, Mendag Budi Santoso melihat peluang ekspor di tengah pelemahan rupiah di level Rp 18.000 per dolar AS. Meskipun, dia tetap mengantisipasi dampaknya terhadap barang-barang impor.
Diketahui, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026) pagi. Budi melihat ada kenaikan ekspor di tengah pelemahan rupiah dalam beberapa waktu belakangan.
"Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus, kita kan surplus (ekspor naik) 5,48 persen, kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Â
Advertisement
Surplus Perdagangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$ 25,30 miliar, melonjak 21,98 persen dibandingkan April 2025. Secara kumulatif pada periode Januari-April 2026, total ekspor berada di angka US$ 92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen.
"Kita tetap naik 5,48 persen (periode) Januari-April, artinya sebenarnya kita kondisinya masih bagus dengan kondisi sekarang," ucap dia.
Meski demikian, Budi tetap mengantisipasi terhadap harga barang impor. Walaupun, dia mencatat harga kedelai impor diklaim masih stabil dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dia turut mengamini harga sejumlah barang impor naik.
"Ya, karena memang kondisinya lagi begini ya, lagi begini kondisi," ungkapnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4926251/original/023058200_1724412339-20240823-Daya_Beli_Masyarakat-ANG_3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284616/original/095361400_1604313216-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-2.jpg)