Direktur AKR Corporindo Lepas 2 Juta Saham AKRA

Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Jimmy Tandyo kini mengenggam 54,6 juta saham AKRA.

Diterbitkan 04 September 2026, 13:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Jimmy Tandyo melepas saham AKRA pada awal September 2026. Transaksi ini bertujuan sebagai divestasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (4/9/2026), Jimmy Tandyo melepas saham AKRA dalam dua kali transaksi yang dilakukan pada 2 September 2026. Pertama, ia melepas 1,72 juta saham AKRA dengan harga Rp 1.455 per saham. Kedua, ia melepas 287.900 dengan harga Rp 1.400 per saham. Dengan demikian, total pelepasan saham AKRA sebanyak 2.010.700 saham senilai Rp 2,90 miliar.

"Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah melepas saham AKRA, Jimmy memiliki 0,272% saham AKRA atau setara 54.614.000 saham AKRA. Sebelumnya, ia memiliki 56.624.700 saham AKRA.

Berdasarkan data RTI, harga saham AKRA ditutup turun 0,71% menjadi Rp 1.390 per saham. Harga saham AKRA dibuka stagnan di Rp 1.400 per saham. Saham AKRA berada di level tertinggi Rp 1.415 dan terendah Rp 1.385 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.271 kali dengan volume perdagangan saham 89.751 saham. Nilai transaksi harian Rp 12,5 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,11% ke 6.660,78. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,34% menjadi 660,49. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.704,12 dan terendah 6.637,47. Sebanyak 325 saham melemah sehingga bebani IHSG. 266 saham menguat dan 196 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.206.195 kali dengan volume perdagangan saham 21,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.634.

 

Sektor Saham

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham energi naik 0,33%, sektor saham industri bertambah 0,71%, sektor saham keuangan dan properti masing-masing naik 0,18%.

Selain itu, sektor saham kesehatan melemah 1,04%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi tergelincir 0,68%, sektor saham basic turun 0,36%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,54% dan sektor saham siklikal tergelincir 0,52%.

Lalu sektor saham teknologi melemah 0,09%, sektor saham infrastruktur susut 0,24% dan sektor saham transportasi melemah 0,68%.