Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif pada penutupan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 di tengah respons pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto terkait target pertumbuhan ekonomi nasional serta keputusan terbaru Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp 17.650 hingga Rp 17.700 per dolar AS.
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.650 - Rp 17.700,” kata Ibrahim kepada media, Kamis (21/5/2026).
Advertisement
Meski demikian, pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 , rupiah berhasil ditutup menguat 52 poin setelah sebelumnya sempat melemah 25 poin ke level Rp 17.653 dari posisi penutupan sebelumnya Rp 17.703 per dolar AS.
“Pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 mata uang rupiah ditutup menguat 52 point sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 17.653 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.703,” ujarnya.
Pasar Sambut Positif Target Ekonomi Prabowo
Ibrahim mengatakan, pasar keuangan merespons positif pidato Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait kerangka ekonomi makro 2027. Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Prabowo menyebut rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir berada di level 5 persen. Namun demikian, pemerintah juga menyoroti tantangan yang masih membayangi perekonomian nasional, terutama penurunan kelas menengah dan meningkatnya angka kemiskinan.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah turut menetapkan target inflasi pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal optimisme pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tekanan global.
“Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,5-7,3 persen. Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD 70-USD 90 per barel,” ujarnya.
Pemerintah Jaga Defisit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Dari sisi fiskal, pemerintah menargetkan pendapatan negara berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan belanja negara dipatok di level 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB.
Pemerintah juga memastikan defisit APBN tetap dijaga pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB. Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus berupaya menekan dan memperkecil defisit anggaran agar stabilitas fiskal tetap terjaga.
Di sisi lain, sentimen pasar turut dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kenaikan tersebut sekaligus mengakhiri kebijakan penahanan suku bunga selama delapan bulan berturut-turut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9244197/original/033744500_1783137218-col3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238313/original/043635800_1783129470-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476394/original/056758700_1768741971-trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289269/original/089484000_1783396770-000_B9C94LX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289662/original/002196700_1783411861-Portugal_s_Bruno_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579576/original/026720500_1778057267-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)