BI Yakin Rp 102 Triliun Ludes Terserap Masyarakat Saat Lebaran

Bank Indonesia (BI) menyiapkan tambahan uang tunai menghadapi perayaan Lebaran pada tahun ini sebesar 20% menjadi Rp 102 triliun.

Diterbitkan 26 Juli 2013, 18:42 WIB
Copy Link
Batalkan
Bank Indonesia (BI) menyiapkan tambahan uang tunai menghadapi perayaan Lebaran pada tahun ini sebesar 20% menjadi Rp 102 triliun. Pada Lebaran tahun lalu, kebutuhan uang tunai mencapai Rp 80 triliun.

Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo ketika ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

"Kebutuhan uang Lebaran tahun ini meningkat 20% jika dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu sekitar Rp 80 triliun, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 102 triliun," ujarnya.

Menurut Agus, pasokan uang tunai tersebut mencukupi permintaan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia."Ini mengingat pada tahun lalu kebutuhan uang lebaran sudah cukup besar. Penyebaran ini akan mencapai seluruh pelosok Indonesia," jelas Agus.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebelumnya menyatakan kesiapannya untuk menyediakan uang tunai untuk menghadapi musim lebaran di bulan Agustus. Tak tanggung-tanggung, Mandiri telah menambah pasokan uang tunai mulai dari 8 Juli 2013 dengan total yang dianggar hingga tujuh hari setelah lebaran  (H+7) sebesar Rp 43,42 Triliun.

"Total kebutuhan uang di seluruh jaringan dan ATM di seluruh Indonesia Rp 43,42 trilun. Ini ada kenaikan 36,19% dari tahun lalu Rp 31,88 triliun," ungkap salah satu Direktur Bank Mandiri, Herry Gunardi.

Penyaluran uang tunai ini dilakukan secara bertahap dimana mendekati hari lebaran jumlah distribusi uang tunai akan ditingkatkan jumlahnya.

"Kebutuhan itu untuk 8 Juli hingga 12 Agustus 2013. Uang ini untuk mengisi ATM hingga H-14 sebesar Rp 1,2 trilun per hari dan H-14 sampai H+7 ditingkatkan menjadi Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,8 trilun," jelas Direktur yang juga membawahi sektor micro and retail banking ini. (Dis/Nur)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6