Rekam Jejak Transaksi QRIS Bakal Jadi Acuan Kredit UMKM

Dorong inklusi keuangan, BI manfaatkan riwayat transaksi digital QRIS guna ukur kelayakan kredit pedagang kecil.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan terobosan baru untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Rekam jejak transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) rencananya akan dimanfaatkan sebagai tolok ukur kelayakan kredit (credit scoring) bagi para pedagang kecil.

Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen bank sentral dalam mempermudah akses keuangan di tingkat akar rumput.

"Jadi ini paling tidak suatu keberhasilan di mana kita memberikan akses keuangan kepada para merchant di bawah,merchant-merchant yang small juga yang nantinya data ini bisa menjadi semacam credit scoring. Ke depannya akan seperti itu,” kata Destry dalam ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Potensi pemanfaatan data ini sangat besar mengingat pesatnya adopsi pembayaran digital. Hingga kuartal III 2026, jaringan QRIS telah menjangkau 70,6 juta pengguna serta 49,4 juta merchant, dengan 97% di antaranya merupakan sektor UMKM. Aktivitas transaksinya pun melesat hingga 75,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode yang sama.

Destry menegaskan, optimalisasi data transaksi QRIS ini sejalan dengan ambisi BI dalam mengawal pertumbuhan ekonomi nasional agar makin merata dan inklusif.

"Jadi kita sudah melakukan banyak hal, paling tidak karena kita ingin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Artinya pertumbuhannya harus inklusif," ujar Destry.

Soroti Keandalan BI-FAST

Tak hanya QRIS, Destry juga menyoroti keandalan BI-FAST sebagai sistem pembayaran cerdas 24 jam yang memberikan efisiensi tinggi bagi perekonomian nasional.

"Jadi belum banyak bank sentral atau negara lain yang sudah mempunyai fast payment (BI-FAST). Kita sudah mempunyai fast payment dimana itu penghematannya secara ekonomi juga luar biasa," ujarnya.

Infrastruktur BI-FAST sendiri mencatatkan kinerja luar biasa pada kuartal III 2026. Volume transaksinya menembus 1,631 miliar atau tumbuh 31,78% (yoy), dengan total nilai transaksi mencapai Rp 4.049 triliun, melonjak 33,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6