3 Jurus Menkeu Jaga Ekonomi RI Tetap Tumbuh

Menkeu Purbaya menyiapkan strategi menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 lewat penguatan daya beli dan iklim usaha.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 19:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sejumlah strategi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat pada kuartal II 2026. Menurut Purbaya, pemerintah akan fokus menjaga daya beli masyarakat, memperkuat belanja negara, hingga memastikan iklim usaha tetap kondusif.

“Jadi kunci pertumbuhan kuartal II adalah daya beli masyarakat dijaga, yang kedua adalah belanja pemerintah tetap digalakkan,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki efisiensi sistem dunia usaha dan menjaga pasar domestik dari masuknya barang-barang ilegal yang dinilai mulai marak kembali.

“Terus kita efisienkan sistem dunia bisnis di sini. Jadi kita perbaiki tetap iklim investasi. Terus saya tutup pasar domestik, saya akan lakukan lagi penjagaan pasar domestik dari barang-barang ilegal yang katanya agak ramai lagi sekarang. Walaupun Bea Cukai sudah mulai bekerja lebih keras dibanding sebelumnya,” katanya.

Purbaya memastikan pemerintah akan menjaga likuiditas di sektor perbankan agar dunia usaha tetap mudah memperoleh pembiayaan.

“Jadi harusnya pebisnis enggak usah takut. Kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembiayaan,” ujarnya.

 

Laporan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 secara tahunan. Angka tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi tersebut seharusnya mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendorong munculnya perusahaan-perusahaan baru.

“Harusnya kalau pertumbuhan ekonomi cepat 5 poin kayak kemarin itu harusnya ada penciptaan lapangan kerja baru dan banyak perusahaan-perusahaan baru yang timbul,” kata dia.

Terkait ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri, Purbaya menilai kondisi naik-turun perusahaan merupakan hal yang wajar dalam dunia bisnis. Namun, pemerintah tetap akan mempelajari data lebih lanjut untuk melihat kondisi industri secara keseluruhan.

“Tapi kalau masalah perusahaan jatuh bangun, selalu ada. Yang saya akan lihat adalah net-nya seperti apa. Lima jatuh, ada yang bangkit enggak?” ujarnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan terus menjaga stimulus ekonomi dan memperkuat sektor industri, termasuk tekstil dan otomotif.

“Tekstil kita sudah panggil. Industrinya nanti kita perkuat, apalagi kan ke Amerika kalau perjanjian jadi kita bisa ekspor hampir nol tarif. Kita perkuat saja industri tekstilnya,” kata Purbaya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6