Pertamina Jamin Keselamatan Seluruh Pekerja di Timur Tengah

PT Pertamina International Shipping memastikan seluruh pekerja dan keluarga di kantor cabang PIS Middle East, Dubai, dalam kondisi aman.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah, dan terdampak akibat eskalasi konflik yang tengah terjadi di area tersebut.

PIS memiliki kantor cabang di Dubai, yakni PIS Middle East (PIS ME) yang saat ini terdapat 30 orang pekerja dan keluarganya.

"Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai. Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, dan menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan," ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita, Senin (2/3/2026).

Vega menegaskan, fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan pekerja dan kru kapal serta keamanan operasional armada yang berada di jalur strategis.

Terkait posisi armada di kawasan tersebut, PIS melaporkan bahwa terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah. Antara lain, kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak.

Lalu, kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Kemudian, kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.

 

Pantau Kondisi 4 Kapal

Perseroan terus memastikan untuk memantau kondisi keamanan 4 kapal tersebut. PIS secara proaktif berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai," imbuh Vega.

Terdapat dua kapal yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya juga terus dipantau real time untuk memastikan kondisi keamanan.

"Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," pungkas Vega.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6