Harga Emas dan Harga Perak Kompak Anjlok Hari Ini 18 Februari 2026

Simak ulasan harga emas dan harga perak hari ini 18 Februari 2026.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak dan harga emas turun pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena investor menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tertunda, dengan sedikit berita geopolitik selama pekan yang dipersingkat karena liburan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (18/2/2026), harga perak turun 4,6% menjadi USD 73,07 per ons, sementara harga perak berjangka turun 6% menjadi USD 73,05 per ons.

Sementara itu, harga emas di pasar spot turun lebih dari 2% menjadi USD 4.865,41 per ons, dan harga emas berjangka turun 3% menjadi USD 4.889,30 per ons.

Pertambangan Hecla, yang memiliki salah satu tambang perak terbesar di dunia, Tambang Green Creek di Alaska, turun 5,8%. First Majestic Silver turun 6%, Coeur MiningTeck Resources juga mengalami penurunan 3,8%,dan Silvercorp Metals masing-masing turun sebesar 2,5% dan 5,6%, sedangkan Wheaton Precious Metals turun 3,4%.

Terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, analis Deutsche Bank mengatakan bahwa perak diperdagangkan USD 7 di bawah harga riil yang disesuaikan pada tahun 1790, setelah harga turun pada pagi hari.

ETF perak, termasuk ProShares Ultra Silver, turun 10,8%. Sementara iShares Silver Trust turun sedikit lebih dari 5%. 

Harga emas dan perak anjlok pada akhir Januari karena investor bereaksi terhadap berita bahwa Presiden Donald Trump telah menunjuk Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve, yang menyebabkan penguatan dolar AS. Kontrak berjangka perak anjlok 30% pada saat itu, menandai hari terburuknya sejak Maret 1980.

 

Aksi Jual Logam Mulia

Namun, aksi jual logam mulia tersebut hanya berlangsung singkat, dengan harga emas dan perak pulih kembali pada awal Februari.

Di tempat lain, perusahaan pertambangan global Australia, BHP.BHP telah menandatangani  kesepakatan perak  dengan Wheaton Precious Metals.

Raksasa pertambangan itu mengatakan perjanjian streaming perak jangka panjang tersebut akan membuat BHP menerima pembayaran di muka sebesar USD 4,3 miliar sebagai imbalan atas pengiriman perak yang diproduksi di tambang Antemina miliknya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6