Beda Manfaat Pilates, Yoga, dan Boxing untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Bakar Kalori

Pilates, yoga, dan boxing memiliki karakter gerakan dan fokus latihan yang berbeda. Kenali manfaat fisik dari masing-masing olahraga.

Diterbitkan 25 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga bukan sekadar tentang berapa banyak kalori yang terbakar. Jenis latihan yang dilakukan juga memengaruhi manfaat fisik yang diperoleh tubuh. Pilates, yoga, dan boxing sama-sama melibatkan gerakan tubuh, tapi memiliki karakter latihan dan manfaat fisik yang berbeda.

Melansir Healthdirect, Kamis, 24 September 2026, pilates menggunakan gerakan yang terkontrol dan latihan pernapasan, sementara yoga memadukan gerakan, peregangan, pernapasan, mindfulness, dan meditasi. Keduanya dapat membantu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, fleksibilitas, dan postur.

Sementara itu, menurut Cleveland Clinic, boxing merupakan latihan berintensitas tinggi yang melibatkan kombinasi pukulan dan gerakan tubuh. Latihan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, kekuatan tubuh, daya tahan, keseimbangan, serta koordinasi.

Perbedaan pola gerakan tersebut membuat manfaat fisik yang ditawarkan tiap olahraga tidak sepenuhnya sama. Pilates lebih banyak melatih kontrol dan kekuatan tubuh, yoga melibatkan fleksibilitas serta keseimbangan melalui berbagai pose, sedangkan boxing menggabungkan gerakan pukulan dan perpindahan posisi secara cepat.

Perbedaan ini juga terlihat dari jenis gerakan yang digunakan selama latihan, mulai dari pose yang dipertahankan hingga kombinasi pukulan yang dilakukan secara berurutan. Dalam praktiknya, fokus latihan tersebut memengaruhi bagian tubuh dan kemampuan gerak yang mendapat porsi latihan lebih besar.

Karena itu, memahami karakter tiap olahraga dapat membantu Anda melihat perbedaan manfaatnya secara lebih jelas secara keseluruhan. Berikut perbedaan manfaat fisik yang ditawarkan dari masing-masing latihan.

Pilates, Latihan untuk Kekuatan dan Kontrol Tubuh

Pilates menonjolkan gerakan yang terkontrol dengan fokus pada kekuatan core, keseimbangan, fleksibilitas, dan postur. Latihan ini menggunakan gerakan yang dikendalikan dan pernapasan untuk membantu meningkatkan koordinasi serta kemampuan tubuh mempertahankan posisi.

Latihan Pilates dapat dilakukan di atas matras menggunakan berat tubuh atau alat tambahan, seperti bola dan resistance band. Reformer juga dapat digunakan untuk memberikan resistansi dalam latihan.

Gerakannya melibatkan bagian tubuh yang berbeda. Plank, misalnya, menantang stabilitas core, sedangkan bridge melibatkan otot bagian bawah tubuh. Leg circle dapat melatih kontrol gerak sekaligus mobilitas.

Dengan gerakan yang dilakukan secara terukur, Pilates memberi perhatian pada kemampuan tubuh mengontrol posisi dan gerakan selama latihan.

Yoga, Latihan Fleksibilitas dan Keseimbangan

Sementara itu, yoga memadukan gerakan, peregangan, pernapasan, mindfulness, dan meditasi. Yoga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan. Rangkaian pose dilakukan dalam berbagai posisi, seperti berdiri, duduk, berbaring, hingga posisi terbalik.

Variasi pose membuat area tubuh yang dilibatkan dapat berbeda. Downward Dog membantu meregangkan paha belakang, betis, punggung, pinggul, dan bahu. Child’s Pose memberikan peregangan pada punggung, bahu, pinggul, dan paha, sedangkan Pigeon Pose lebih menitikberatkan area pinggul.

Selain rentang gerak, pose tertentu juga menuntut tubuh mempertahankan posisi secara stabil. Karena itu, rangkaian yoga dapat melibatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kontrol posisi tubuh dalam satu sesi. Pilihan pose dan intensitasnya juga dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Boxing, Latihan Intens untuk Kekuatan dan Daya Tahan

Berbeda dari Pilates dan yoga yang banyak menekankan kontrol gerak, boxing menawarkan latihan berintensitas tinggi yang menggabungkan pukulan, gerak kaki, dan perpindahan posisi. Gerakan dalam boxing dilakukan secara berurutan dan membutuhkan keterlibatan berbagai bagian tubuh untuk menghasilkan gerakan yang terkoordinasi.

Gerakan pukulan melibatkan lebih dari sekadar lengan. Jab, cross, hook, dan uppercut membutuhkan koordinasi antara tangan, bahu, core, dan kaki. Perpindahan posisi juga menuntut keseimbangan serta koordinasi tangan dan kaki.

Dalam latihan, shadowboxing membuat tubuh tetap bergerak tanpa memukul sasaran, sedangkan footwork drills melatih pergerakan kaki. Kombinasi gerakan yang terus berubah juga melatih kemampuan mengatur urutan gerakan.

Dengan pola latihan tersebut, boxing melibatkan kekuatan, daya tahan, koordinasi, dan kemampuan tubuh merespons perubahan gerakan.