Direktur Utama BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan Fatal Iman Rachman

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan atas mundurnya Iman Rachman dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Awalnya, Purbaya sempat kaget karena tidak mengetahui bahwa Iman menyatakan mundur hari ini. Namun kemudian, ia mempertanyaan kembali ihwal urgensi mundurnya Iman.

“Oh, mundur ya? Emang apa dampaknya ke ekonomi?” tanya Purbaya kembali ke awak media, di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

Ia menilai, isu mundurnya Iman adalah suatu yang positif, karena sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap masalah di bursa kemarin. “Karena dia kan tidak nge-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI (Morgan Stanley Capital International),” ucapnya.

Purbaya mengatakan, sikap cuek Iman terhadap masukan dari MSCI maupun Goldman Sachs adalah kesalahan yang fatal. Imbasnya, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga 8%.

“Itu kesalahan dia yang fatal disitu, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin,” tegasnya.

Purbaya meyakini, jika tidak dilakukan perbaikan secepatnya maka akan berdampak ke semua sisi perekonomian. Pasalnya, bisa membuat investor tidak percaya untuk menanamkan uangnya di Indonesia.

“Yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain. Dia anggapnya ekonominya nggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Ini Respons Pelaku Pasar

Sebelumnya, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengaku terkejut atas keputusan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Dirut BEI Iman Rachman yang mengundurkan diri. Namun, ia menilai langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar modal belakangan ini.

Reza menyampaikan, keputusan mundur itu kemungkinan dilatarbelakangi oleh penilaian pembenahan terhadap emiten, khususnya terkait aspek free float, belum berjalan optimal sehingga memicu tekanan jual dari pelaku pasar.

"Ya, saya dengar juga kaget atas keputusan beliau yang tiba-tiba mundur. Akan tetapi, hal tersebut sebagaimana disampaikan beliau ialah bentuk tanggung jawab beliau. Mungkin dirasa beliau gagal dalam membenahi emiten terkait dengan free float sehingga mendapat tekanan dari aksi jual pelaku pasar sehingga beliau dengan legawa memutuskan untuk mundur,” ujar Reza kepada Liputan6.com, Jumat (30/1/2026). 

Meski demikian, ia menegaskan fokus utama pasar modal seharusnya tidak berhenti pada figur pimpinan, melainkan pada upaya memperkuat fondasi pasar agar lebih sehat dan berkelanjutan. Menurut dia, momentum ini bisa menjadi titik evaluasi untuk membangun pasar yang lebih transparan, efisien, dan berintegritas.

Reza juga menilai peristiwa ini seharusnya menjadi dorongan untuk memperluas basis investor domestik. Dengan semakin banyak investor lokal yang teredukasi dan aktif, pasar modal Indonesia dinilai akan lebih tahan menghadapi gejolak akibat arus dana asing keluar.

 

Momen Perbaikan

“Dengan adanya kejadian kemarin, harusnya itu dapat menjadi momen perbaikan untuk memperdalam penetrasi pasar modal ke investor lokal sehingga semakin banyak masyarakat kita teredukasi dan berinvestasi di Pasar Modal Indonesia sehingga ketika terjadi turbulensi keluarnya asing maka investor-investor lokal yang dapat menyanggah Pasar Modal Indonesia. Kita kan berinvestasi berdasarkan keyakinan dan penilaian terhadap emiten bukan tergantung dari penilaian asing tersebut. Ini Pasar Modal Indonesia bukan Pasar Modal Asing,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan investor asing memang tidak bisa dipungkiri dalam dinamika pasar. Namun, menurutnya, arah pasar modal Indonesia tidak semestinya ditentukan oleh pihak eksternal semata. Termasuk soal pergantian pucuk pimpinan BEI, Reza menilai publik masih perlu menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai latar belakang keputusan tersebut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • Purbaya
  • Bursa