Momentum Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Dorong Pencegahan Stunting di Sejumlah Wilayah Indonesia

Sebagai bagian dari komitmen mendukung program pemerintah, BRI secara konsisten mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan serta penurunan prevalensi stunting di Tanah Air.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Permasalahan gizi pada anak balita masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Kondisi stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan tinggi badan anak yang terhambat, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hidup mereka dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari komitmen mendukung program pemerintah, BRI secara konsisten mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan serta penurunan prevalensi stunting di Tanah Air. Kontribusi tersebut dijalankan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli dengan menghadirkan inisiatif bertajuk “Cegah Stunting Itu Penting” yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dukungan BRI Peduli dalam Momentum Hari Gizi Nasional

Program “Cegah Stunting Itu Penting” telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, di antaranya Puskesmas Cilincing, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, serta Puskesmas Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa program BRI Peduli “Cegah Stunting Itu Penting” merupakan bentuk dukungan BRI terhadap program pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka prevalensi stunting, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability Development Goals/SDGs) Nomor 2 “Tanpa Kelaparan”.

Kegiatan ini meliputi pemberian paket nutrisi bergizi bagi anak stunting, paket makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta penyediaan antropometri kit guna mendukung pengukuran tumbuh kembang anak secara akurat di posyandu dan puskesmas. Setiap satu paket antropometri kit terdiri dari timbangan digital, timbangan bayi, infantometer, stadiometer dan tensimeter digital.

 

Pendekatan Menyeluruh untuk Pencegahan Sejak Dini

Keseluruhan program ini juga diperkuat dengan edukasi gizi dan pola asuh bagi orang tua, ibu hamil, serta remaja putri sebagai upaya pencegahan sejak dini. Hal ini menunjukkan bahwa program dilaksanakan dengan pendekatan menyeluruh, tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat fondasi pencegahan stunting.

“Melalui pelaksanaan kegiatan ini, pencegahan stunting tidak hanya diposisikan sebagai isu kesehatan semata, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkap Dhanny.

Dhanny juga menegaskan bahwa upaya ini diharapkan mampu memperkuat peran serta masyarakat dalam mendukung penurunan stunting secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup anak-anak sebagai aset penting bagi pembangunan di masa depan.

Secara umum sejak dijalankan pada 2022, program BRI Peduli Cegah Stunting Itu Penting telah menyasar 7.783 warga yang terdiri dari orang tua, balita, ibu hamil, remaja putri. Program ini juga telah menyalurkan bantuan 130 paket antropometri dan dilaksanakan di 49 posyandu/puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta, Padang, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Makassar, Banjarmasin, dan Manado.

Di Puskesmas Cilincing misalnya, program Cegah Stunting Itu Penting menyasar para balita dan ibu hamil di wilayah tersebut. Cilincing merupakan salah satu kelurahan di Jakarta yang tercatat masih memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi (kategori medium), di mana terdapat 55 anak berisiko stunting yang berada dalam tahap pemulihan serta 150 anak berisiko stunting yang sedang dalam tahap penyuluhan.

Melalui program Cegah Stunting Itu Penting, BRI Peduli melakukan sejumlah kegiatan seperti sosialisasi pencegahan stunting, pemberian Paket Makanan Tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberian antropometri kit.

Pada kesempatan tersebut, Masliani Novaria selaku Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Cilincing mengungkapkan bahwa pelaksanaan program Cegah Stunting Itu Penting dari BRI Peduli merupakan wujud kolaborasi bersama dari berbagai instansi dan masyarakat untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Cilincing.

“Terima kasih kepada BRI Peduli atas dukungan dalam program Cegah Stunting Itu Penting di wilayah Kecamatan Cilincing dengan berbagai manfaat yang diberikan. Harapannya, semoga BRI terus dapat mendukung intervensi pencegahan stunting di Indonesia, karena penanganan pencegahan stunting ini tidak bisa hanya digaungkan dan dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja, tetapi juga memerlukan kolaborasi multipihak dalam pelaksanaannya guna mendukung percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6