Danantara Bocorkan Kinerja BUMN 2025, Laba Pertamina hingga BRI Melonjak

Kinerja BUMN di bawah Danantara menunjukkan tren positif. Sejumlah perusahaan bukukan kenaikan laba, sementara investasi strategis mulai dijalankan pada 2025.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem pengelolaannya telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Bersamaan dengan itu, Danantara juga memaparkan sejumlah capaian kinerja perusahaan pelat merah yang dinilai menunjukkan tren positif sepanjang April 2025 hingga April 2026.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan berbagai pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan sekaligus transformasi BUMN di sejumlah sektor strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Danantara turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ujar Rohan Hafas dikutip dari Antara, Kamis (2/7/2026).

Menurut dia, daftar perusahaan yang dipublikasikan bukan merupakan keseluruhan BUMN yang mencatatkan pertumbuhan. Data tersebut hanya menampilkan sejumlah perusahaan dengan peningkatan kinerja paling menonjol sejak menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan Danantara.

"Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif, dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara," kata Rohan.

 

Dari Rugi Jadi Untung

Dalam paparannya, Danantara mencatat PT Pertamina membukukan kenaikan laba sebesar 80 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 24,9 triliun hingga April 2026. Sementara itu, PT Pupuk Indonesia mencatat lonjakan laba 202 persen menjadi Rp 3,2 triliun pada periode yang sama.

Kinerja positif juga ditunjukkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang membukukan kenaikan laba 169 persen menjadi Rp 900 miliar. Di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat pertumbuhan laba 15 persen menjadi Rp 21,2 triliun hingga April 2026.

Perbaikan kinerja juga terlihat pada sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian. PT Krakatau Steel Tbk berhasil membukukan laba Rp 635 miliar hingga April 2026, berbalik dari rugi Rp 981 miliar pada periode sebelumnya.

Hal serupa terjadi pada PT Kimia Farma Tbk yang mencatat laba Rp 108 miliar setelah sebelumnya membukukan rugi Rp 160 miliar. Danantara menyebut keberhasilan kedua perusahaan tersebut tidak terlepas dari proses restrukturisasi dan dukungan permodalan melalui PT Danantara Asset Management (DAM).

 

Investasi Proyek Strategis

Selain mencatatkan perbaikan kinerja keuangan BUMN, Danantara juga mulai menjalankan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis yang didanai, antara lain, dari dividen BUMN yang diterima sepanjang 2025.

"Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang," ujar Rohan.

Beberapa investasi yang telah direalisasikan meliputi pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah guna meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global. Selain itu, Danantara juga mengembangkan proyek Waste-to-Energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

"Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," kata Rohan.

Meski seluruh BUMN telah menyelesaikan laporan keuangan masing-masing, Rohan menegaskan Laporan Keuangan Konsolidasian Danantara Indonesia Tahun Buku 2025 masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit. Laporan tersebut akan dipublikasikan setelah seluruh proses audit rampung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6