Jalan UMKM Jarihitam Ecoprint: Modal Minim Tembus Pasar Eropa-Rusia

Produk Jarihitam Ecoprint, UMKM asal Bandung mulai memasarkan produknya ke Belgia pada 2018.

Diterbitkan 28 Desember 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kisah unik datang dari Jarihitam Ecoprint. UMKM asal Bandung, Jawa Barat ini mampu memperluas pasar produknya hingga ke Eropa, bahkan Rusia. Perjalananya tidak instan, tapi produknya punya keunikan tersendiri.

Pendiri Jarihitam Ecoprint Irfan Kristiyanto mengisahkan perjalanannya. Mulanya, dia cuma punya modal Rp 25 juta untuk mengolah tanaman menjadi kain dengan corak tumbuh-tumbuhan, atau disebut ecoprint.

"Saya berpikir ini sangat menarik sekali, karena bahan bakunya dari lingkungan, semuanya ada di sekitar kita. Dan isunya sangat seksi, sampai kapan pun ecoprint tidak akan pernah mati," kata Irfan di rumah produksi Jarihitam Ecoprint, di Lembang, Bandung, Jawa Barat, mengutip keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025).

Dia memulai mencetak corak tanaman ke atas kain, pakaian, tas, sepatu hingga home decor. Bisnis yang berdiri pada 2018 ini melalui beragam uji coba yang dilakukan berkali-kali. Akhirnya, membuahkan hasil dan beberapa produknya bisa tembus pasar Eropa.

Produknya terbang pertama kali ke Belgia pada 2018, diikuti Prancis dan Jerman setahun setelahnya, serta Selandia Baru pada 2020. Kerja sama ekspor terpanjang dijalani dengan pembeli dari Rusia dengan menjual kain buatannya pada periode 2024-2025. Di Rusia, kain buatan Irfan diolah lagi menjadi pakaian bernilai tambah tinggi.

"Tahun depan harapannya akan terbuka pintu-pintu rezeki yang lain. Dulu saya berpikir kalau dapat order banyak itu akan kewalahan kalau saya kerjakan sendiri. Tapi setelah saya punya banyak murid, berapa pun order yang masuk, saya siap," harap Irfan. 

Bangun Pendampingan Korban Kecelakaan

Cara Irfan dipandang mampu memberdayakan para keluarga korban kecelakaan. Untuk itu, PT Jasa Raharja, anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) menggadeng Irfan untuk menjadi mentor.

Heni Nurelah, salah satu ahli waris peserta pelatihan, mengaku mendapat pengalaman baru dari proses pembuatan ecoprint yang seluruhnya dilakukan secara manual dan penuh ketelatenan. 

"Prosesnya dari awal sampai akhir bisa memakan waktu sekitar satu minggu, mulai dari kain polos sampai menjadi kain ecoprint. Setiap daun, bunga dan ranting-ranting itu bisa dimanfaatkan," ungkap dia. 

 

Bukan Cuma Omzet

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji melihat peran penguatan ekonomi daerah pada konsep yang dijalankan Jarihitam Ecoprint tadi. Misalnya, dari dedaunan dan proses manual, usaha ini tidak hanya melibatkan pengrajin dan penjahit, tetapi juga masyarakat sekitar sebagai penyedia bahan dan mitra produksi. 

"Karyanya mampu menembus pasar ekspor hingga Rusia. Awalnya, pembeli dari Rusia mengenalnya melalui produk sepatu, lalu kerja sama berkembang. Material yang dipasok dari sini berupa kain, yang kemudian diolah di Rusia menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti pakaian," kata Denny.

Menurut Denny, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besaran omzet, melainkan dari dampak berantai atau trickle down effect yang dihasilkan.

"Jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana pergerakan usaha tersebut menghidupkan ekosistem di sekitarnya. Di situlah makna ekonomi, dan di situlah jalan keberhasilan para pengusaha mikro dan ritel," ujar dia.

 

IFG Bantu Korban Bencana

Sebelumnya, Indonesia Financial Group (IFG), Holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp 422.134.900 bagi korban terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

IFG bersama anggota holding turut berkontribusi menyalurkan bantuan tersebut secara terpadu untuk mendukung percepatan penanganan di wilayah terdampak.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyampaikan, pihaknya telah mengaktifkan jaringan koordinasi dengan BUMN yang memiliki operasi di wilayah terdampak.

"Langkah ini kami tempuh untuk memastikan kebutuhan dasar warga segera terpenuhi dan akses vital dapat kembali dibuka sebagai bagian dari percepatan pemulihan kondisi di lapangan," kata dia Minggu (7/12/2025).

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6