Pengusaha Logistik Diminta Ikut Andil Kejar Zero ODOL 2027

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menuturkan, dukungan dari anggota ALFI juga menjadi penentu keberhasilan zero odol.

Diterbitkan 15 November 2025, 18:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta pengusaha logistik terlibat untuk mengurangi truk lebih dimensi dan muatan atau over dimension and overload (ODOL). Mengingat ada target Zero ODOL 2027.

Menhub mengungkapkan hal tersebut di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Dia mengatakan, masalah ODOL sudah menjadi bahasan bertahun-tahun.

“Pemerintah bersama ALFI telah membahas isu ODOL dan mencari jalan keluarnya selama bertahun-tahun. Perlu saya sampaikan, dukungan dari para anggota ALFI akan sangat menentukan keberhasilan Zero ODOL yang diinginkan bersama tanpa mengurangi efisiensi sistem logistik di lapangan,” kata Dudy, mengutip keterangan resmi, Sabtu (15/11/2025).

Dia menjelaskan, aspek logistik menjadi salah satu kunci penting dalam perekonomian. Apalagi, seluruh sektor ekonomi tengah menjadi prioritas pemerintah saat ini.

"Presiden Prabowo telah menempatkan penguatan struktur ekonomi nasional sebagai prioritas utama. Pasalnya, kunci mendapatkan struktur ekonomi yang kuat adalah apabila sistem logistik nasional berjalan efisien, terintegrasi, dan modern,” ujar Dudy.

"Kehadiran para pelaku logistik, eksportir, importir, forwarder, industrialis, dan akademisi dalam forum ini menunjukkan bahwa transformasi logistik tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja," ia menambahkan.

Target Zero ODOL

Pemerintah menargetkan nol truk lebih dimensi dan lebih muatan atau over dimension and overload (ODOL) pada 1 Januari 2027 mendatang. Kebijakan ini dikhawatirkan memicu kenaikan biaya logistik dan inflasi, tetapi pada jangka panjang bisa mengahdirkan investasi jumbo.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono tak menampik Zero ODOL bisa mengerek biaya logistik 3,3 persen dan inflasi 0,2-0,4 persen pada jangka pendek.

"Memang, jika diberlakukan, kebijakan Zero ODOL ini, akan terjadi peningkatan biaya logistik, alami, naturally seperti itu, kemudian ada sedikit inflasi, oke," kata AHY dalam ALFI Convex 2025, di ICE BSD, Rabu, 12 November 2025.

 

 

 

Potensi Investasi Jumbo

Dia menuturkan, hal tersebut hanya untuk jangka pendek. Sementara itu, ke depan, penerapan Zero ODOL bisa membawa manfaat seperti menambah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sampai potensi investasi yang tidak sedikit.

Dia mencatat, sekitar 35 persen asosiasi pedagang, pengusaha besar dan UMKM berminat untuk menanamkan investasinya. Terutama pada aspek logistik seperti truk yang disesuaikan dengan ketentuan Zero ODOL.

"Kemudian juga untuk gudang-gudang dan lain sebagainya bisa generate sekitar Rp 48 triliun," kata AHY.

 

Pengusaha Logistik Siap Ikut

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penanganan truk lebih dimensi dan muatan atau over dimension and overload (ODOL) bisa tercapai pada 2027 mendatang. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut baik rencana tersebut. 

Ketua Umum ALFI, Muhammad Akbar Djohan menilai zero ODOL 2027 menjadi kabar baik untuk ekosistem logistik nasional. Dia mengaku siap sejalan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. 

"Kami apresiasi program strategis pak Menko untuk mewujudkan untuk zero ODOL di 2027," kata Akbar dalam pembukaan ALFI Convex 2025, di ICE BSD, Rabu (12/11/2025).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6