Diwarnai Sorakan Pemudik saat Pantau Pelabuhan Ketapang, Begini Respons Menhub Dudy

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi berkunjung ke Pelabuhan Ketapang dan mendapatkan sorakan pemudik.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 15:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memahami sorakan pemudik ketika meninjau Pelabuhan Ketapang seiring lamanya antrean kendaraan. Ia menegaskan, kunjungannya bertujuan mempercepat penanganan kepadatan jelang Nyepi dan Lebaran 2026.

"Jadi karena kemarin mungkin karena teman-teman pemudik sudah lama menunggu, jadi agak marah mungkin ya, tapi saya juga memahami,” tutur dia usai pelepasan peserta Mudik Gratis Polri Presisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026).

Menhub Dudy mengatakan hal itu saat awak media mengkonfirmasi terkait sorakan pemudik kepada dirinya bersama jajaran saat melakukan peninjauan angkutan Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Ketapang, Bangunwanhi pada Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menuturkan, kunjungannya ke Ketapang bertujuan melanjutkan perjalanan melalui Gilimanuk untuk berkoordinasi terkait kepadatan yang terjadi di kawasan penyeberangan itu.

Saat tiba di Ketapang, ia melihat secara langsung kondisi antrean kendaraan yang cukup panjang sehingga menjadi perhatian utama dalam upaya penanganan arus penyeberangan menjelang periode padat.

Seiring kondisi antrean tersebut, rombongan Kementerian Perhubungan memutuskan tidak menggunakan kendaraan untuk menyeberang dan memilih melanjutkan perjalanan sebagai penumpang pejalan kaki.

Dudy menjelaskan penyeberangan sebagai pejalan kaki memungkinkan perjalanan lebih cepat karena tidak terikat antrean kendaraan, sehingga koordinasi dapat segera dilakukan di tujuan berikutnya.

Langkah tersebut diambil agar koordinasi di Gilimanuk dapat segera dilaksanakan guna mengatasi kepadatan yang berpotensi meningkat menjelang Hari Raya Nyepi di wilayah tersebut.

       

Memahami Situasi Pemudik

 Selain itu, upaya percepatan koordinasi dilakukan untuk memastikan permasalahan kepadatan penyeberangan dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan Nyepi sehingga tidak mengganggu masyarakat yang merayakannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang akan merayakan Idulfitri agar proses penyeberangan dapat berjalan lebih lancar dan tertangani dengan baik.

Meski mendapat sorakan dari pemudik, Dudy menegaskan dirinya memahami situasi tersebut sebagai bentuk kelelahan akibat antrean panjang.

"Jadi kenapa kita ke sana segera? Karena kita ingin supaya koordinasi di Gilimanuk dapat segera dilaksanakan karena Gilimanuk kan itu nanti ada Hari Raya Nyepi. Harapannya bahwa permasalahan atau kepadatan di Gilimanuk dapat kita segera selesaikan sebelum Hari Raya Nyepi. Itu yang menjadi tujuan kami," ujar Menhub.

 

                                                       

Menhub Ingatkan Bahaya Tradisi "Cari Koin" di Jalur Mudik Pantura

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengingatkan agar masyarakat menjaga diri dari kegiatan yang memiliki potensi berbahaya di arus lalu lintas mudik.

Dudy mencontohkan aktivitas warga yang mencari koin dari pengguna jalan di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu. Selain berbahaya, kegiatan ini bisa menghambat arus mudik.

“Kami berharap kegiatan tersebut tidak berlanjut. Pada saat arus mudik nanti jumlah kendaraan akan sangat banyak sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Yang paling penting, kami juga mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita yang berada di kawasan Kalisewo tersebut,” jelas Dudy dikutip Minggu (14/3/2026).

Apalagi, ia melihat pergerakan kendaraan pada periode awal arus mudik mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini diketahui, dari titik pemantauan arus mudik di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (14/3).

Dudy melanjutkan, berdasarkan laporan Jasa Marga, diketahui peningkatan terpantau 14% dari kondisi normal. Kondisi ini dinilai belum terlalu tinggi.

“Sejauh ini memang sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan dari Jasa Marga, hingga hari ini terjadi peningkatan sekitar 14%,” ucapnya.

Puncak arus mudik sendiri diprediksi pada 18 Maret 2026. Mengingat potensi kemacetan masih terlalu tinggi, Dudy mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dengan sebaik mungkin.

Faktor lingkungan juga mendapatkan atensi dari Dudy. Yakni aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik yang mungkin menjadi penghambat arus lalu lintas mudik nantinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6