Menhub Rahasiakan Rute MRT Lebak Bulus-Serpong, Ini Alasannya

Kementerian Perhubungan masih merahasiakan trase proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus–Serpong, Tangerang Selatan.

Diterbitkan 27 Juni 2026, 16:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih merahasiakan trase proyek MRT Jakarta rute Lebak Bulus–Serpong, Tangerang Selatan, meski studi kelayakan (feasibility study) ditargetkan selesai pada akhir 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah spekulasi harga tanah yang berpotensi membebani biaya pembangunan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah sengaja tidak mengungkap jalur yang akan dilalui proyek tersebut. Menurutnya, kebocoran informasi dapat dimanfaatkan calo tanah untuk menaikkan harga lahan di sekitar trase.

“Biasanya kita tidak akan buka. Kenapa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana. Kalau ini bocor ke luar, itu akan memengaruhi biaya perolehan tanahnya,” kata Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Belakangan, beredar berbagai spekulasi di media sosial mengenai lintasan MRT tersebut. Ada yang menyebut jalur akan melewati Pondok Aren, sementara informasi lain menyebut Pondok Cabe.

Dudy menilai spekulasi itu berisiko membuat harga tanah melonjak jauh di atas nilai wajarnya. Ia mencontohkan lahan yang semula bernilai Rp 1 juta per meter persegi bisa melonjak menjadi Rp 30 juta per meter persegi jika rute proyek diketahui lebih awal.

“Nanti tanah yang tadinya Rp 1 juta jadi Rp 30 juta. Akhirnya yang dikorbankan masyarakat, yang diuntungkan cuma para makelar saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penentuan rute sepenuhnya menjadi bagian dari kajian investor yang akan mengembangkan proyek tersebut. Investor akan mempertimbangkan aspek ekonomi, potensi jumlah penumpang, serta efisiensi investasi sebelum menetapkan jalur yang paling layak.

“Mereka akan melihat dari sisi ekonominya, rute mana yang paling menguntungkan. Mau lewat Pondok Cabe atau Pondok Aren, kita belum tahu. Biasanya mereka juga menyimpan informasi itu agar biaya investasinya tidak naik,” kata Dudy.

 

Perluasan Jangkauan Transportasi

Menurut Dudy, pemerintah lebih menitikberatkan pada perluasan jangkauan layanan transportasi massal dibandingkan lokasi jalur yang akan dipilih. Ia berharap proyek MRT Lebak Bulus–Serpong dapat meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan wilayah penyangganya, termasuk kawasan BSD.

“Kalau saya, yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih baik,” tutur Dudy. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6