Kronologi Pabrik Alas Kaki di Cikande Terkontaminasi Radiasi Cesium-137

Paparan Cs-137 ke alas kaki sudah sejak lama.

Diterbitkan 12 November 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Satuan Tugas Penanganan Radiasi Cesium-137 (Cs-137) mengungkap kronologi paparan terhadap produk alas kaki ekspor asal Indonesia. Paparan terjadi di kawasan Cikande, Serang, Banten.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas, Bara Krishna Hasibuan menuturkan paparan Cs-137 ke alas kaki sudah sejak lama. Namun, laporan resmi dari otoritas Amerika Serikat belum lama ini diterimanya.

"Itu yang soal footwear, sebetulnya itu juga sudah agak lama terjadi, tapi memang laporan resminya baru kita terima. Dan memang selama ini kita harus akui, kami harus akui, fokus kami adalah untuk penanganan soal udang dan spices (rempah-rempah)," ungkap Bara dalam Konferensi Pers, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Dia menjelaskan, proses paparannya hampir sama dengan kasus udang beku yang dikemas PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS). Sumbernya, diduga kuat dari fasilitas peleburan milik PT Peter Metal Teechnology (PMT).

Adapun, perusahaan alas kaki PT Nikomas Gemilang itu berada di luar kawasan industri Cikande. Namun, lokasinya masih masuk dalam radius 5 kilometer (km) dari PT PMT. Kegiatan PT PMT tersebut diduga menghasilkan kandungan Cs-137 yang kemudian tertiup angin hingga mencemari lokasi lain.

"Kontaminasi itu kemudian Cs-137 itu meluap ke atas dan dibawa oleh udara, Sehingga sampai kepada fasilitas pengelolaan udang yang dimiliki oleh PT BMS. untuk yang footwear, kemungkinan juga begitu ya, sampai kepada pabrik sepatunya itu, pabrik footwearnya itu ya," jelas dia.

 

2 Kontainer Alas Kaki Dikembalikan

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Radiasi Cesium-137 (Satgas Cs-137) mengamini ada dua kontainer alas kaki asal Indonesia yang diduga terkontaminasi. Keduanya akan dicek secara menyeluruh oleh Satgas.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik, Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan mengatakan telah mendapat laporan dari otoritas Amerika Serikat (AS). Dilaporkan ada temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor RI ke AS tersebut.

"Kami mendapatkan informasi lanjutan bahwa terdapat temuan kontaminasi Cs-137 pada produk alas kaki yang diekspor ke AS. Setelah kami telusuri, terdapat 2 kontainer suspect Cs-137 yang dipulangkan kembali ke Indonesia," kata Bara dalam Konferensi Pers, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

 

Masih Diperiksa

Dia menjelaskan, kontainer pertama sudah tiba sebulan yang lalu di Indonesia. Hanya saja, belum diproses oleh pihak produsen sehingga belum ada pemeriksaan.

Kontainer kedua sudah tiba pada 29 Oktober 2025 dengan notifikasi adanya kontaminasi Cs-137 dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh BAPETEN pada 30 Oktober 2025.

"Hasil pemeriksaan pada kontainer kedua tidak ditemukan kontaminasi di permukaan sehingga aman untuk disimpan di pelabuhan. Namun perlu dilakukan uji lab pada produk alas kaki yang akan dilakukan oleh BRIN," ungkap dia.

Dia mengatakan, alas kaki itu berasal dari pabrik yang ada di Cikande, Serang, Banten, namun berada di luar kawasan industri. Meski, pabrik berinisial NM itu masih dalam radius 5 kilometer (km) dari PT Peter Metal Technology (PMT) yang diduga jadi sumber kotaminasi.

 

Temuan Kemenperin

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menduga cemaran Cs-137 di sepatu ekspor terjadi jauh sebelum udang dan cengkeh.

Kemenperin merujuk pada temuan awal dari Bea Cukai Belanda soal dugaan kontaminasi tersebut. Sedangkan, perusahaan produsen alas kaki itu merujuk pada PT Nikomas Gemilang. Nama ini ada dalam daftar perusahaan yang diduga tercemar Cs-137.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6